Sport

Emi Martinez Melompat ke Fans dan Menangis Tersedu-sedu, Aston Villa Juara Liga Europa

MENANGIS - Kiper Emiliano Martinez melompat ke arah fans dan menangis tersedu-sedu usai Aston Villa menjadi juara Liga Europa, Kamis (21/5/2026) dini hari. (tangkapan layar The Sun)

ISTANBUL, UNHAS.TV - Kiper Aston Villa, Emiliano Martinez, tak mampu menahan emosi setelah timnya mengalahkan Freiburg 3-0 dalam final Liga Europa di Istanbul, Kamis (21/5/2026).

Penjaga gawang asal Argentina itu menangis sesaat setelah peluit panjang berbunyi. Martinez menjatuhkan diri ke lapangan.

Ia berlutut dengan kepala tertunduk di antara kedua tangannya. Beberapa saat kemudian, ia bangkit dan berlari ke arah tribun untuk merayakan kemenangan bersama suporter Aston Villa.

Pemandangan itu menutup malam besar bagi Villa. Klub asal Birmingham tersebut meraih trofi Eropa pertama sejak dekade 1980-an. Kemenangan ini juga memastikan pasukan Unai Emery tampil di Liga Champions musim depan.

Bagi Martinez, gelar ini punya makna personal. Ia sudah enam tahun membela Aston Villa. Namun baru kali ini ia meraih trofi bersama klub tersebut.

Emosinya kian mudah dipahami karena pada akhir musim lalu ia sempat menangis, menyangka telah memainkan laga terakhir untuk Villa di tengah kabar kepindahan pada bursa transfer musim panas.

Martinez akhirnya bertahan. Keputusan itu berujung pada salah satu malam paling penting dalam kariernya bersama Villa. Ia menjadi bagian dari tim yang membawa klub kembali meraih kejayaan Eropa.

Di lapangan, para pemain Villa merayakan kemenangan dengan penuh sukacita. Mereka saling berpelukan setelah tampil dominan sepanjang laga. Freiburg, wakil Jerman, kesulitan keluar dari tekanan dan tidak pernah benar-benar mampu mengejar permainan Villa.

Youri Tielemans membuka skor sekitar menit ke-40 lewat sepakan voli hasil skema yang rapi. Gol itu memberi Villa kendali penuh atas pertandingan.

Menjelang turun minum, Emi Buendia menggandakan keunggulan melalui tembakan kaki kiri melengkung ke pojok atas gawang. Morgan Rogers lalu memastikan kemenangan sebelum laga berjalan satu jam.

Skor 3-0 bertahan hingga akhir. Martinez menangis. Villa berpesta. Istanbul menjadi saksi kembalinya klub itu ke panggung juara Eropa. (*)