LONDON, UNHAS.TV - Masa depan Enzo Maresca di Chelsea FC berada di ujung tanduk. Pelatih asal Italia itu dikabarkan siap meninggalkan Stamford Bridge setelah hubungannya dengan jajaran direksi klub memburuk dalam beberapa bulan terakhir.
Sumber internal seperti dikutip dari The Sun, menyebut Maresca merasa tidak diberi ruang untuk bekerja sesuai dengan visi dan caranya sendiri.
Isu tersebut mencuat seusai laga Chelsea kontra Bournemouth dalam lanjutan Liga Premier yang berakhir imbang 2-2 pada Selasa (30/12/2025) malam. Maresca absen dari konferensi pers pascalaga. Klub menyebut sang pelatih tengah sakit.
Namun, sumber yang mengetahui situasi internal klub mengungkapkan bahwa ketidakhadiran itu merupakan keputusan sadar Maresca, bukan karena alasan kesehatan.
Ia memilih menggunakan waktu tersebut untuk merenungkan masa depannya di Chelsea. Maresca, 45 tahun, memang belum mengambil keputusan final.
Ia masih mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk bertahan setidaknya hingga laga tandang melawan Manchester City akhir pekan ini. Namun, dinamika internal klub disebut sangat cair dan bisa berubah dengan cepat.
Pelatih yang menandatangani kontrak lima tahun saat bergabung pada Juni 2024 itu disebut memiliki respek besar terhadap Chelsea dan para pendukungnya.
Ia memahami tekanan ekspektasi tinggi yang melekat pada klub London Barat tersebut, terutama setelah dua dekade penuh prestasi. Maresca justru menilai tuntutan dari suporter sebagai hal yang sehat dan mendorong kemajuan tim.
Masalah utama, menurut sumber yang dekat dengan sang pelatih, justru datang dari atas. Maresca merasa tuntutan dan batasan yang ditetapkan manajemen membuat pekerjaannya nyaris mustahil dilakukan secara optimal.
Persembahkan 2 Tropi Terbaik
Padahal, ia berharap keberhasilannya mempersembahkan dua trofi musim lalu, Liga Konferensi Eropa 2025 dan Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, serta membawa Chelsea kembali ke Liga Champions, dapat menjadi fondasi untuk membangun tim musim ini.
Alih-alih mendapatkan dukungan lebih besar, relasi Maresca dengan dewan direksi justru semakin memburuk.
Situasi ini mengingatkan pada nasib empat pendahulunya yakni Thomas Tuchel, Frank Lampard, Graham Potter, dan Mauricio Pochettino.
Mereka itu, seluruhnya berusia singkat sejak konsorsium pimpinan Todd Boehly dan Clearlake Capital mengambil alih klub dari Roman Abramovich pada 2022.
Tanda-tanda keretakan sebenarnya sudah terlihat sejak bulan lalu, ketika Maresca secara terbuka menyebut mengalami “48 jam terburuk” dalam kariernya sebelum kemenangan atas Everton.
Pernyataan itu disebut sebagai luapan frustrasi yang telah lama ia pendam. “Itu 48 jam terburuk sejak saya bergabung, karena orang-orang tidak mendukung saya dan tim,” kata Maresca kala itu.
Tekanan dari tribun juga semakin terasa. Dalam laga melawan Bournemouth, suporter di Tribun Matthew Harding melontarkan teriakan “you don’t know what you’re doing” saat Maresca menarik keluar Cole Palmer.
Dketahui, Palmer adalah pemain kunci Chelsea, ketika laga masih menyisakan hampir 30 menit. Siulan dan cemoohan menggema di Stamford Bridge, mencerminkan kekecewaan publik.
Hasil di lapangan turut memperkeruh situasi. Chelsea musim ini menjadi tim dengan skuad termuda di Liga Primer Inggris, namun inkonsistensi menjadi masalah utama.
Mereka telah kehilangan 15 poin dari posisi unggul, 13 di antaranya terjadi di kandang sendiri. Hingga pekan ke-19, Chelsea berada di peringkat kelima, tertinggal 15 poin dari pemuncak klasemen Arsenal FC.
Kemarahan manajemen terlihat jelas selepas laga Bournemouth. Salah satu pemilik klub, Behdad Eghbali, tampak geram saat menuju ruang ganti.
Di media sosial, kritik juga mengarah kepada dua direktur olahraga, Paul Winstanley dan Laurence Stewart, seiring situasi yang kian mendekati titik didih.
Jadwal ke depan dinilai krusial. Jika Chelsea kalah dari Manchester City dan gagal menang melawan Fulham tiga hari kemudian, posisi mereka bisa merosot ke papan tengah.
Kegagalan lolos ke Liga Champions musim depan akan berdampak serius terhadap keuangan dan prestise klub.
Ironisnya, sebelum Natal, Maresca sempat digadang-gadang sebagai kandidat pengganti Pep Guardiola di City. Kini, perhatian justru tertuju pada seberapa lama mantan asisten Guardiola itu mampu bertahan di kursi panas Stamford Bridge. (*)
Pelatih Chelsea Enzo Maresca bersiap mundur menyusul tidak harmonis dengan jajaran manajemen klub. (screenshot the sun)








