News
Pendidikan

FEB Unhas dan CPA Australia Dorong Kompetensi Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Global

KULIAH UMUM - Profesor Yaowen Shan dari University of Technology Sydney menjadi narasumber kuliah umum FEB Unhas dan CPA Australia di Makassar, Selasa (6/10/2026). Ia membahas kompetensi, teknologi, dan peluang karier untuk mahasiswa menghadapi dunia kerja. (Dok Unhas TV)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin atau FEB Unhas menggandeng CPA Australia untuk memperkuat kompetensi mahasiswa menghadapi persaingan dunia kerja global.

Kolaborasi kali ini berfokus pada pengembangan keterampilan, sertifikasi profesional, serta peluang karier internasional, khususnya di bidang akuntansi.

Program tersebut dikemas melalui kuliah umum bertajuk “Own Your Bright Makassar: Career Without Borders, Skill for Global Opportunities” di Baruga Baharuddin Lopa, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar, Selasa (6/10/2026).

Dekan FEB Unhas, Prof Dr Mursalim Nohong SE MSi CRP CWM, mengatakan kerja sama dengan CPA Australia telah berlangsung sejak 2025. Kuliah umum tersebut merupakan kegiatan ketiga yang diselenggarakan dalam rangkaian kemitraan kedua institusi.

“Kerja sama kami dengan CPA Australia sudah berjalan sejak tahun lalu, 2025, dan ini kegiatan ketiga,” kata Mursalim.

Menurut dia, program sebelumnya diarahkan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dan dosen, termasuk mendorong sertifikasi profesional di bidang akuntansi.

Pada program terbaru, FEB Unhas memperluas sasaran dengan mempersiapkan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja setelah lulus. Meski FEB memiliki sejumlah disiplin ilmu, kegiatan kali ini difokuskan pada penguatan kompetensi mahasiswa akuntansi.

Mursalim mengatakan sertifikasi yang diakui lembaga internasional menjadi salah satu bekal penting bagi lulusan untuk meningkatkan daya saing.

FEB Unhas, kata dia, berharap semakin banyak mahasiswa memperoleh akses terhadap sertifikasi profesional yang dapat digunakan untuk membuka peluang kerja di dalam maupun luar negeri.

Kolaborasi dengan CPA Australia juga tak hanya menyasar mahasiswa. Dosen FEB Unhas akan dilibatkan dalam pengembangan kerja sama melalui riset kolaboratif dan publikasi bersama.

“Mahasiswa juga kami dorong bagaimana mencari ide dan mengelola penelitian, khususnya di bidang akuntansi,” ujar Mursalim.

Guru besar FEB Unhas itu berharap cakupan kerja sama tersebut dapat diperluas dalam program-program berikutnya.

Kuliah umum itu menghadirkan Profesor Yaowen Shan dari University of Technology Sydney serta Bayu Widiyanto, anggota CPA Australia.

Keduanya memberikan perspektif mengenai kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki pasar kerja internasional dan peluang karier lintas negara.

Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan turut menjadi bagian pembahasan. Mahasiswa diperkenalkan pada perubahan kebutuhan industri serta kemampuan yang perlu dikembangkan agar tetap relevan di tengah transformasi dunia kerja.

Menurut Mursalim, perguruan tinggi perlu membekali mahasiswa bukan hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi profesional yang dapat diakui secara internasional.

“Kita berharap anak-anak kita setelah lulus dapat memiliki sertifikasi yang diakui lembaga internasional,” katanya.

Melalui kerja sama tersebut, FEB Unhas menargetkan lulusan memiliki daya saing lebih kuat. Mereka diharapkan tak hanya mampu memasuki pasar kerja nasional, tetapi juga memiliki keterampilan dan pengakuan profesional untuk menembus peluang karier di tingkat global.

(Zulkarnaen Jumar Taufik/ Iffa Aisyah Rahman / Unhas TV)