MAKASSAR, UNHAS.TV – Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar yudisium program magister dan doktor periode Oktober 2026 di Aula Prof. Dr. Ir. Fachruddin, Kampus Tamalanrea, Makassar, Sabtu (24/10/2026).
Sebanyak 57 lulusan dari 10 program studi mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 46 lulusan magister dan 11 lulusan doktor.
Program Magister Ilmu Biomedik menyumbang lulusan terbanyak dengan 15 orang. Posisi berikutnya ditempati Magister Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Magister Kriminologi, masing-masing dengan tujuh lulusan.
Sementara itu, pada jenjang doktor, delapan lulusan berasal dari Program Studi Ilmu Lingkungan dan tiga lainnya dari Program Studi Studi Pembangunan.
Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, Prof. Sukri Palutturi, mengatakan pencapaian gelar akademik membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan selama masa studi.
Ia mengingatkan para lulusan agar tetap berpegang pada tujuan pendidikan meskipun harus mengubah strategi untuk mengatasi hambatan.
Sukri mengibaratkan perjuangan mahasiswa seperti aliran sungai yang menghadapi batu besar, kerikil, dan pohon tumbang. Berbagai rintangan, menurut dia, tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan arah dalam mencapai tujuan.
“Strategi, kemudian cara kita menyelesaikan masalah boleh berubah, tetapi tujuan kita tidak boleh berubah,” ujarnya.
Ia menegaskan gelar magister dan doktor bukanlah akhir perjalanan akademik. Para lulusan justru diharapkan menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk menjawab persoalan masyarakat yang semakin kompleks.
“Gelar akademik doktor, magister ini bukan tujuan akhir, karena sesungguhnya pengabdian di tengah-tengah masyarakat itulah yang diharapkan,” kata Sukri.
Dalam yudisium tersebut, Andi Rahmat Saleh dinobatkan sebagai lulusan terbaik Program Doktor Studi Pembangunan. Sekretaris Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang itu meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,96 dengan masa studi dua tahun dua bulan.
Rahmat menyelesaikan disertasi berjudul Model Tata Kelola Persetujuan Bangunan Gedung untuk Penguatan Ketangguhan Perkotaan dan Peningkatan Kapasitas Fiskal Daerah.
Penelitian tersebut berangkat dari persoalan kebijakan persetujuan bangunan gedung, terutama implikasinya terhadap masyarakat dan dampaknya bagi pemerintah daerah.
Ia mengatakan topik disertasi itu muncul dari kegelisahannya sebagai birokrat dalam memahami efektivitas kebijakan persetujuan bangunan gedung serta kontribusinya terhadap ketangguhan perkotaan dan kapasitas fiskal daerah.
Rahmat mengaku bangga dapat menyelesaikan pendidikan doktor di Unhas sekaligus memperoleh predikat lulusan terbaik.
Menurut dia, penyelesaian studi dalam waktu dua tahun dua bulan membutuhkan kedisiplinan, pengelolaan waktu, dan kemampuan menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dengan kewajiban akademik.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah menyerah menghadapi tekanan selama proses pendidikan. Ketekunan dan kepatuhan terhadap tahapan akademik, menurut dia, menjadi bagian penting dalam mencapai hasil yang diharapkan.
Yudisium ini menjadi tahapan sebelum para lulusan mengikuti wisuda Universitas Hasanuddin yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (26/10/2026), pukul 08.00 WITA di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Kampus Unhas.
Sekolah Pascasarjana Unhas berharap para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar. Pengetahuan dan pengalaman akademik yang mereka miliki diharapkan menjadi bekal untuk memperkuat kontribusi di lingkungan kerja dan memberikan pengabdian nyata kepada masyarakat.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas (SPs) Unhas Prof Sukri Palutturi SKM MKes MScPH PhD (kiri) dan Dr Andi Rahmat Saleh SE MSi, Lulusan Terbaik S3 Studi Pembangunan SPs Unhas

 terpilih sebagai ketua PWI Sulsel dan M Dahlan Abubakar (kiri) sebagai Ketua Dewan Kehoramatan PWI Sulsel-300x155.webp)






