Mahasiswa
Pendidikan

Penutupan KKMN 2026, Unhas Dorong Kompetisi Kemaritiman ke Level Internasional

PENUTUPAN KKMN - Universitas Hasanuddin sebagai tuan rumah menutup perhelatan Kompetisi Kemaritiman Mahasiswa Nasional (KKMN) 2026 di Aula LPPM Unhas, Makassar, Minggu (6/9/2026). Sebanyak 19 perguruan tinggi berpartisipasi dengan menghadirkan karya inovatif mahasiswa bidang kemaritiman. (Unhas TV/Venny Septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Kompetisi Kemaritiman Mahasiswa Nasional (KKMN) 2026 resmi berakhir setelah melalui rangkaian perlombaan dan proses penilaian karya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Penyelenggaraan yang memasuki tahun ke-14 ini ditutup lewat closing ceremony sekaligus penyerahan anugerah kepada para pemenang di Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Minggu (6/9/2026).

Acara penutupan KKMN 2026 berlangsung dengan sejumlah agenda, mulai dari sambutan penyelenggara, pemutaran after movie perjalanan kompetisi, pembacaan surat keputusan pemenang, hingga pengumuman juara dari berbagai kategori lomba.

Kompetisi tahun ini menghadirkan beberapa kategori, di antaranya karya tulis ilmiah (KTI), poster, videografi, dan debat.

Para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi berkompetisi dengan membawa gagasan serta inovasi yang berkaitan dengan isu kemaritiman.

Salah satu peserta yang berhasil meraih penghargaan tertinggi adalah Habibullah Djoelvinanda dan Aisya Ramadani dari Universitas Negeri Padang.



JUARA POSTER - Mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) Habibullah Djoelvinanda dan Aisya Ramadani meraih penghargaan tertinggi juara 1 kategori poster dalam pentas KKMN 2026 di Kampus Unhas, Minggu (6/9/2026). (Unhas TV / Venny Septiani)


Keduanya berhasil menjadi Juara 1 kategori poster melalui karya berjudul MCD HUB, sebuah situs web yang dirancang untuk mendukung diplomasi budaya melalui Festival Tabuik di Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Habibullah mengatakan, perjalanan menuju KKMN 2026 membutuhkan proses panjang. Bersama Aisya, ia harus melewati sejumlah tahapan, mulai dari penyusunan sinopsis, perancangan konsep poster, hingga pembuatan prototipe sebagai media pendukung untuk memperkuat gagasan yang mereka tampilkan.

“Kami berasal dari Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat. Lika-liku menuju Universitas Hasanuddin melalui banyak rintangan. Mulai dari membuat sinopsis sampai proses perancangan poster, sehingga kami perlu merancang prototipe yang nantinya menjadi media untuk memperkuat hasil poster kami,” ujar Habibullah.

Menurutnya, karya MCD HUB merupakan upaya menghadirkan media digital yang dapat mendukung pengenalan budaya lokal.

Platform tersebut dirancang untuk memperkuat diplomasi budaya terhadap Festival Tabuik di Padang Pariaman.

Bagi Habibullah dan Aisya, KKMN 2026 menjadi pengalaman penting dalam mengembangkan kemampuan akademik dan kreativitas.

Mereka berharap kompetisi ini dapat terus berkembang dengan menghadirkan lebih banyak kategori lomba agar semakin banyak mahasiswa dapat menunjukkan potensi mereka.

Menuju Kompetisi Kemaritiman Bertaraf Lebih Luas

>> Baca Selanjutnya