MAKASSAR, UNHAS.TV - Festival Kuliner “1 Kota 1000 Rasa” menutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Dewan Kerajinan Nasional dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 di Kota Makassar.
Festival yang digelar di Lapangan Sultan Hasanuddin, Sabtu (11/7/2026), menghadirkan 115 tenant makanan dan minuman dari Makassar serta berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Ribuan peserta dari sejumlah provinsi memadati lokasi festival sejak pagi. Sebelum mencicipi aneka hidangan, mereka mengikuti Gerakan Anti Mager yang berakhir di Lapangan Sultan Hasanuddin.
Peserta kemudian disambut deretan stan yang menawarkan kuliner legendaris Makassar hingga makanan khas dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Makassar, Melinda Aksa, mengatakan festival tersebut dirancang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada sekitar lima ribu peserta Dekranas dan PKK yang datang dari berbagai wilayah Indonesia.
“Kami ingin seluruh tamu bisa menikmati ragam kuliner khas Makassar dan Sulawesi Selatan dalam satu lokasi,” kata Melinda di sela kegiatan.
Menurut dia, penunjukan Makassar sebagai tuan rumah dua agenda nasional memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi kota. Kehadiran ribuan peserta turut meningkatkan penggunaan jasa perhotelan, restoran, transportasi, serta transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Melinda mengatakan Pemerintah Kota Makassar bersama Dekranasda mendukung pelaksanaan festival sebagai bagian dari promosi dan penguatan pasar UMKM.
Festival ini juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha memperkenalkan produk secara langsung kepada pengunjung dari luar Sulawesi Selatan.
Ketua Umum Dekranas Selvi Ananda Gibran mengunjungi sejumlah tenant bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Melinda Aksa. Mereka berdialog dengan pelaku UMKM serta mencicipi sejumlah hidangan yang disajikan.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan festival tersebut menunjukkan bahwa kuliner khas Makassar layak menjadi salah satu daya tarik utama kota. Menurut dia, hampir seluruh makanan yang selama ini dicari masyarakat dan wisatawan dapat ditemukan di festival tersebut.
Pemerintah kota, kata Munafri, terus mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan mutu produk dan memperluas pasar. Dukungan itu diberikan melalui pendampingan usaha, pembinaan, dan kemudahan dalam pengurusan perizinan.
“Ke depan kami ingin Makassar menjadi etalase produk dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan melalui kolaborasi antarkabupaten dan kota,” ujar Munafri.
Festival “1 Kota 1000 Rasa” menjadi bagian terakhir dari rangkaian kegiatan nasional yang berlangsung sejak 9 Juli 2026. Agenda diawali dengan pembukaan di Hotel Claro Makassar, kegiatan sosial, coaching clinic, pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia, serta pameran kriya etnik.
Puncak HUT ke-46 Dekranas berlangsung di Trans Studio Makassar pada 10 Juli 2026 dengan tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Sebanyak 204 stan menampilkan produk Dekranas, Dekranasda, kementerian, lembaga, dan UMKM binaan dari berbagai daerah.
Selain menjadi ajang promosi, rangkaian kegiatan tersebut dinilai memperkuat posisi Makassar sebagai tujuan penyelenggaraan acara nasional. Munafri berharap kegiatan serupa terus digelar karena dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Festival ditutup dengan pertunjukan seni budaya, bincang-bincang bersama pelaku UMKM, hiburan musik, dan penampilan bintang tamu pada malam hari.
(Rahmatia Ardi / Unhas TV)
FESTIVAL KULINER - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat membuka Festival Kuliner “1 Kota 1000 Rasa” menutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Dewan Kerajinan Nasional dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 di Kota Makassar di Lapangan Sultan Hasanuddin, Sabtu (11/7/2026). (Unhas TV / Rahmatia Ardi)

-300x169.webp)






