News

Prof. Tasrifin Tahara Terima Kunjungan Dubes Filipina, Perkuat Kerjasama ASEAN

DILI, UNHAS.TV — Duta Besar Filipina untuk Timor Leste, Mary Anne, melakukan kunjungan ke Pusat Budaya Indonesia (PBI), Dili, Jumat (30/1/2026). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili, Prof. Dr. Tasrifin Tahara, bersama jajaran tim KBRI Dili.

Dalam kunjungan tersebut, Dubes Filipina meninjau sejumlah fasilitas yang dimiliki PBI, mulai dari ruang kegiatan budaya, kelas bahasa, hingga teater. Prof. Tasrifin Tahara mengatakan Dubes Mary Anne menyampaikan kesan positif dan rasa kagumnya terhadap keberadaan PBI sebagai pusat diplomasi budaya Indonesia di Timor Leste.

“Secara umum beliau sangat senang dan mengapresiasi fasilitas PBI. Menurut beliau, PBI memiliki potensi besar sebagai ruang kolaborasi budaya dan pendidikan di kawasan,” ujar Prof. Tasrifin.




Lebih lanjut, Prof. Tasrifin menjelaskan bahwa dalam kapasitas Filipina sebagai Ketua ASEAN 2026, Dubes Mary Anne menyampaikan sejumlah rencana kerja sama yang ingin dijajaki bersama KBRI Dili.

Salah satu agenda yang dibahas adalah program pelatihan dan kegiatan bertema ASEAN bagi anak-anak usia sekolah dasar, yang direncanakan akan dilaksanakan di PBI.

Selain itu, Dubes Filipina juga menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari Bahasa Indonesia sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antarnegara ASEAN. Pihak KBRI Dili kemudian mengarahkan Dubes Mary Anne untuk mengikuti program pembelajaran Bahasa Indonesia yang tersedia di PBI.

Kerja sama di bidang seni dan perfilman juga menjadi topik pembahasan dalam kunjungan tersebut. Dubes Filipina menyampaikan ketertarikan terhadap kemungkinan penyelenggaraan ASEAN Film Festival di Teater PBI, yang diharapkan dapat menjadi ajang pertukaran karya dan dialog budaya antarnegara ASEAN.

Di bidang media dan komunikasi publik, Prof. Tasrifin turut mengundang Dubes Filipina untuk terlibat dalam pembuatan podcast bersama, sebagai sarana diplomasi budaya dan edukasi publik mengenai ASEAN, hubungan regional, serta peran kebudayaan dalam memperkuat kerja sama kawasan.

Menurut Prof. Tasrifin, rangkaian rencana tersebut mencerminkan semakin strategisnya peran PBI sebagai simpul diplomasi budaya Indonesia di Timor Leste. “PBI tidak hanya menjadi ruang promosi budaya Indonesia, tetapi juga wadah interaksi budaya ASEAN yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, KBRI Dili menyambut baik berbagai inisiatif tersebut dan akan menindaklanjuti peluang kerja sama yang telah dibahas agar dapat direalisasikan secara konkret dalam waktu mendatang.