MAKASSAR, UNHAS.TV - Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) membekali mahasiswa Program Doktor semester awal dengan strategi penyusunan artikel ilmiah dan analisis bibliometrik berbantuan kecerdasan buatan generatif.
Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai perangkat pendukung publikasi internasional yang harus digunakan secara kritis dan bertanggung jawab.
Penguatan kapasitas itu dilakukan melalui Pelatihan CATALYST FKM Batch 1 bertajuk “Penulisan Artikel Review dan Analisis Bibliometrik dengan Generative AI”. Kegiatan berlangsung selama empat hari, di FKM Unhas, Makassar, 27–30 Agustus 2026.
Pelatihan diselenggarakan oleh Publication Management Unit atau PMU FKM Unhas. Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem penelitian dan publikasi ilmiah dengan membangun kemampuan mahasiswa doktor sejak awal masa studi.
Peserta mempelajari pendekatan sistematis dalam menyusun artikel berbasis kajian literatur. Materi pelatihan meliputi narrative review, analisis bibliometrik, analisis jaringan, dan visualisasi perkembangan penelitian global.
Sejumlah aplikasi, termasuk generative AI, digunakan untuk membantu penelusuran literatur dan pengembangan manuskrip.
CATALYST FKM Batch 1 merupakan adaptasi dari program CATALYST yang dikembangkan Direktorat Manajemen Publikasi Universitas Hasanuddin.
Program tersebut diarahkan untuk membantu sivitas akademika memetakan perkembangan bidang penelitian, menemukan kesenjangan pengetahuan, menyusun argumentasi ilmiah, dan menghasilkan manuskrip yang berpeluang diterbitkan pada jurnal internasional.
Kegiatan dibuka oleh Dekan FKM Unhas Ansariadi SKM MScPH PhD. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKM Unhas Dr Wahiduddin SKM MKes serta Direktur Manajemen Publikasi Unhas Prof Ir Andi Dirpan STP MSi PhD turut menghadiri pembukaan.
Andi Dirpan juga menjadi narasumber bersama Ketua PMU FKM Unhas Andi Imam Arundhana Thahir SGz MPH dan Rahayu Indriasari SKM MPHCN PhD. Para narasumber mendampingi peserta memahami proses penyusunan kajian literatur hingga pengembangan naskah ilmiah.
AI Bukan Pengganti Nalar Peneliti
Dalam pelatihan itu, mahasiswa diingatkan bahwa kecerdasan buatan generatif bukan pengganti kemampuan akademik peneliti. Setiap keluaran teknologi tetap harus diperiksa melalui sumber yang sahih, penalaran ilmiah, dan prosedur penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.
.webp)
CATALYST FKM - Mahasiswa program doktor FKM Unhas mengikuti Pelatihan CATALYST di FKM Kampus Unhas, Makassar, 27–30 Agustus 2026. Mereka mempelajari penulisan artikel dan analisis bibliometrik menggunakan generative AI secara kritis untuk mendukung publikasi internasional yang bereputasi. (Dok FKM Unhas)
"Penggunaan AI juga harus memperhatikan integritas akademik. Peneliti tetap memegang tanggung jawab atas ketepatan data, validitas referensi, orisinalitas gagasan, dan keseluruhan isi manuskrip yang diajukan untuk publikasi," kata Ansariadi.
Penyelenggara menilai pengenalan strategi publikasi sejak semester awal akan membantu mahasiswa menyusun perjalanan akademiknya secara lebih terarah.
"Mahasiswa diharapkan dapat membangun pertanyaan penelitian yang kuat, memahami peta keilmuan, dan merancang publikasi bersamaan dengan pelaksanaan penelitian doktoral," lanjutnya.
Kemampuan tersebut dinilai penting karena pendidikan doktor tidak berhenti pada penyelesaian disertasi. Mahasiswa juga dituntut menghasilkan karya ilmiah yang berkontribusi terhadap perkembangan pengetahuan dan memenuhi standar jurnal internasional bereputasi.
Melalui CATALYST, FKM Unhas mendorong budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa mengabaikan ketelitian metodologis. Pelatihan menggabungkan penguatan analisis data, literasi digital, metode kajian literatur, dan keterampilan menulis ilmiah.
Program ini dikaitkan dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi, terutama kualitas lulusan, dampak hasil kerja perguruan tinggi, serta pembelajaran kolaboratif dan partisipatif.
Kegiatan tersebut juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pendidikan berkualitas, inovasi dan infrastruktur, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.
Kolaborasi antara PMU FKM Unhas, fasilitator akademik, dan mahasiswa pascasarjana diharapkan membentuk ekosistem penelitian yang berkelanjutan.
FKM Unhas berencana menjadikan penguatan kemampuan publikasi sebagai bagian penting dari pendidikan doktor.
Melalui pembekalan sejak semester awal, mahasiswa diharapkan tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi mampu menggunakannya untuk menghasilkan penelitian yang relevan, teruji, dan berdampak. (*)
CATALYST FKM - Mahasiswa program doktor FKM Unhas mengikuti Pelatihan CATALYST di FKM Kampus Unhas, Makassar, 27–30 Agustus 2026. Mereka mempelajari penulisan artikel dan analisis bibliometrik menggunakan generative AI secara kritis untuk mendukung publikasi internasional yang bereputasi. (Dok FKM Unhas)
-300x225.webp)







