Pendidikan

FKM Unhas Gelar Workshop Penyusunan Rencana Aksi Zona Integritas dan Pengisian LKE 2026

WORKSHOP. FKM Unhas menggelar Workshop Penyusunan Rencana Aksi Zona Integritas dan pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Tahun 2026 di Ruang Prof Nasry Noor Lantai 2 FKM Unhas, Senin (9/2/2026). (unhas tv/moh resha maharam)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Workshop Penyusunan Rencana Aksi Zona Integritas dan pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Tahun 2026 di Ruang Prof Nasry Noor Lantai 2 FKM Unhas, Senin (9/2/2026). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM).

Dekan FKM Unhas, Prof Sukri Palutturi SKM MKes MSc PH PhD, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa capaian Unhas pada tahun sebelumnya menjadi motivasi kuat untuk memperluas implementasi zona integritas di seluruh fakultas.

Ia menyebutkan bahwa pada tahun lalu terdapat tiga fakultas yang mewakili Kemendikti Saintek untuk predikat WBBM dan lima fakultas untuk predikat WBK, dengan tiga di antaranya berasal dari Unhas, yakni FKM, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Kehutanan.

“Tahun ini Pak Rektor mendorong semua fakultas untuk menjadi WBBM dan WBK. Ini tidak mudah karena target kita semua area menjadi ranking tertinggi,” ujar Prof Sukri.

Ia menjelaskan bahwa workshop tersebut bertujuan menyusun rencana aksi pembangunan zona integritas melalui pembagian area perubahan, di antaranya manajemen perubahan, tata laksana, akuntabilitas, pengawasan, dan pelayanan publik.

Penyusunan rencana dilakukan melalui diskusi kelompok yang melibatkan tim yang telah ditetapkan oleh pimpinan universitas.

“Setiap tim akan menyusun rencana kerja dan melakukan pengondisian terhadap area-area perubahan yang menjadi indikator dalam mewujudkan zona integritas di FKM Unhas secara keseluruhan,” katanya.

Lebih lanjut, Sukri menekankan bahwa strategi utama dalam mencapai predikat WBK dan WBBM adalah pembentukan tim pembangunan zona integritas yang bertugas menyusun dokumen serta memastikan pemenuhan seluruh indikator. 

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam proses tersebut.

“Kami berharap semua stakeholder terlibat, mulai dari unsur pimpinan fakultas, departemen, program studi, dosen, tenaga kependidikan, lembaga kemahasiswaan, mahasiswa, hingga unit layanan seperti klinik dan keamanan,” ujarnya.

Dekan FKM itu menambahkan bahwa komitmen bersama menjadi faktor kunci dalam mewujudkan kampus yang bebas dari korupsi dan birokrasi yang bersih serta melayani.

Ia mengakui tantangan dalam implementasi zona integritas cukup besar, namun optimistis dapat diatasi melalui komitmen dan etika yang kuat dari seluruh civitas academica.

“Kalau kita memiliki komitmen yang kuat, insya Allah kawasan bebas dari korupsi dan birokrasi bersih dan melayani ini bisa kita wujudkan bersama,” tutupnya.

(Achmad Ghiffary M / Moh Resha Maharam / Unhas TV)