Mahasiswa
Sosial

Generasi Kritis Bangkit, Gen Z Jadi Penentu Arah Demokrasi

Pemimpin Redaksi Jurnal Prisma, Fajar Nur Sahid. (Unhas TV/Andrea Ririn Karina)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Generasi Z dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan demokrasi Indonesia. Dengan karakter yang kritis, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, Gen Z disebut sebagai tulang punggung dalam menjaga dan memperkuat demokrasi ke depan.

Di tengah dinamika politik yang terus berkembang, peran generasi muda semakin menjadi sorotan. Generasi Z atau Gen Z hadir sebagai kelompok yang tumbuh di era digital dengan akses informasi yang luas serta kemampuan berpikir kritis terhadap berbagai isu.

Kemampuan ini membuat Gen Z tidak mudah menerima informasi secara mentah. Mereka cenderung melakukan verifikasi, membandingkan sumber, hingga menganalisis isu secara lebih mendalam sebelum membentuk opini.

Dalam konteks demokrasi, sikap tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan masyarakat sipil yang kuat.

Masyarakat sipil yang kuat sendiri merupakan elemen kunci dalam sistem demokrasi, karena berfungsi sebagai pengontrol terhadap kekuasaan, baik dari negara maupun sektor swasta. Gen Z dinilai mampu mengisi peran tersebut melalui sikap independen, otonom, dan kesadaran kritis yang tinggi.

Pemimpin Redaksi Jurnal Prisma, Fajar Nur Sahid, menegaskan bahwa Gen Z memiliki potensi besar dalam menjaga keberlangsungan demokrasi.

“Demokrasi itu membayangkan adanya kontrol masyarakat sipil yang kuat. dalam konteks ini, gen z itu otonom, punya dunia sendiri, dan kritis yang luar biasa.

"Saya kira gen z adalah tulang punggung demokrasi ke depan karena tidak mudah menelan jargon mentah-mentah dan potensinya sangat besar,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah survei nasional juga menunjukkan bahwa Gen Z memiliki komitmen tinggi untuk mewujudkan sistem demokrasi yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

Hal ini menjadi indikator bahwa harapan terhadap masa depan demokrasi Indonesia kini bertumpu pada generasi muda.

Dengan pendekatan yang lebih kekinian, kreatif, dan adaptif, Gen Z diharapkan mampu menghadirkan wajah demokrasi yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. Tanpa keterlibatan aktif generasi ini, demokrasi dikhawatirkan akan kehilangan makna serta relevansinya di masa depan.

(Andrea Ririn Karina / Unhas TV)