MAKASSAR, UNHAS.TV - Dinamika konflik Timur Tengah dan Palestina serta dampaknya terhadap perekonomian global menjadi bahasan dalam kuliah umum Global Leaders Insight yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas), di Arsjad Rasjid Lecture Theater pada Kamis, (24/9/2026).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh dan akademisi untuk membahas keterkaitan perkembangan geopolitik dengan kondisi ekonomi global.
Narasumber yang hadir antara lain YB Datuk Seri Haji Mohamad bin Sabu, Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Prof. Dr. Abdul Hamid Paddu, Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Keuangan Negara dan Ekonomi Publik FEB Unhas, serta Prof. Darwis, Guru Besar Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri FISIP Unhas.
Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc mengatakan forum tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai geopolitik dan tantangan ekonomi global.
“Pertama, memang acaranya tidak dikemas sebagai simposium atau seminar, tapi insight ya. Dan topiknya general, global leaders, tapi dilakukan oleh Fakultas Ekonomi, sehingga memang ujung-ujungnya kepada geopolitik untuk ketahanan ekonomi global," Prof Jamaluddin.
"Jadi saya kira ini suatu hal yang sangat baik untuk menjadi budaya baru kita di Unhas di dalam mempersiapkan future leaders,” lanjutnya.
Menurut Prof JJ, calon pemimpin masa depan perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, kemampuan analisis, serta pemahaman terhadap geopolitik, baik dari sisi sejarah maupun perspektif ke depan.
Ia juga berharap Unhas dapat terus menghadirkan pemikiran-pemikiran baru yang berkontribusi terhadap upaya perdamaian dan pencarian solusi atas berbagai krisis global.
“Walaupun fokus sekarang adalah pertahanan pangan, pertahanan energi, dan juga tentu ke depan masalah stabilitas kawasan, tapi hari ini lebih pada bagaimana global leaders itu disiapkan untuk bisa menjadi human capital yang secara jangka panjang ini sangat penting,” ujarnya.

KULIAH UMUM - FEB Unhas menggelar kuliah umum Global Leaders Insight di Makassar, Arsjad Rasjid Lecture Teater, Kampus Unhas, Kamis (24/9/2026). Kuliah yang menghadirkan akademisi dan tokoh internasional ini membahas dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi global. (Unhas TV / Andrea Ririn Karina)
Sementara itu, Dekan FEB Unhas, Prof Dr Mursalim Nohong SE MSi CRA CRP CWM menjelaskan bahwa berbagai peristiwa geopolitik yang terjadi di dunia memiliki keterkaitan dengan kondisi ekonomi.
Ia mencontohkan konflik di Timur Tengah yang dapat memberikan dampak terhadap harga minyak dunia dan tekanan inflasi di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
“Kami melihat bahwa sekarang ini persoalan yang lagi mengemuka itu adalah adanya beberapa peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia yang kemudian berdampak terhadap persoalan ekonomi," ujarnya.
"Kita lihat misalnya seperti krisis Timur Tengah, itu ternyata signifikansinya jauh ketika dia dihubungkan dengan persoalan ekonomi,” jelas Prof Mursalim.
Prof Mursalim menilai isu tersebut perlu dibahas dengan perspektif global agar perkembangan geopolitik dapat dipahami secara lebih komprehensif.
Kehadiran Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia dalam kegiatan tersebut menjadi momentum bagi FEB Unhas untuk memperoleh perspektif mengenai perkembangan isu global.
“Momentum ini kami manfaatkan untuk melihat bagaimana perspektif mereka terhadap persoalan ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, FEB Unhas menargetkan Global Leaders Insight tidak berhenti sebagai satu kegiatan, tetapi dapat terus menghadirkan diskusi berdasarkan isu strategis yang berkembang, baik di tingkat nasional maupun global.
Melalui forum tersebut, FEB Unhas berupaya membuka ruang dialog yang mempertemukan perspektif geopolitik dan ekonomi sekaligus membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai dinamika global dan berbagai tantangan yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi di masa mendatang.
(Andrea Ririn Karina / Zulkarnaen Jumar Taufik / Unhas TV)
KULIAH UMUM - FEB Unhas menggelar kuliah umum Global Leaders Insight di Makassar, Arsjad Rasjid Lecture Teater, Kampus Unhas, Kamis (24/9/2026). Kuliah yang menghadirkan akademisi dan tokoh internasional ini membahas dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi global. (Unhas TV / Andrea Ririn Karina)
-300x169.webp)







