MANCHESTER, UNHAS.TV - Erling Haaland kembali menjadi pembeda. Sundulan penyerang asal Norwegia itu membawa Manchester City menundukkan tim promosi Coventry City 1-0 di Stadion Etihad, Sabtu (5/9/2026) malam.
Kemenangan yang jauh dari meyakinkan itu sekaligus mengantar City ke puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris.
Haaland mencetak satu-satunya gol pada pertengahan babak pertama. Gol tersebut menjadi koleksi ketiganya dalam tiga pertandingan liga musim ini.
City pun mempertahankan catatan sempurna di bawah pelatih baru Enzo Maresca dengan tiga kemenangan beruntun.
Namun kemenangan itu tak datang dengan mudah. Coventry, yang kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris setelah 25 tahun, beberapa kali membuat pendukung tuan rumah waswas.
City bahkan membutuhkan dua penyelamatan penting Gianluigi Donnarumma pada pengujung laga untuk mengamankan tiga angka.
Coventry nyaris membuka skor lebih dulu akibat kesalahan Donnarumma. Kiper asal Italia itu gagal mengontrol umpan balik sebelum menyapu bola tepat di depan garis gawang.
Taiwo Awoniyi dan Jack Rudoni kemudian memperoleh peluang untuk membawa tim tamu unggul, tapi gagal menuntaskannya.
City perlahan mengambil kendali. Rayan Cherki lebih dulu menghantam tiang gawang sebelum Haaland memecah kebuntuan.
Gol bermula dari Enzo Fernandez, yang mengirim bola kepada Antoine Semenyo di sisi kanan. Semenyo berlari sebelum melepaskan umpan silang ke tiang jauh. Haaland menyambutnya dengan sundulan yang tak mampu dihentikan kiper Carl Rushworth.
Haaland hampir menggandakan keunggulan menjelang turun minum, tetapi Rushworth kali ini berhasil menggagalkan peluang tersebut.
Fernandez sebenarnya diproyeksikan memulai pertandingan dari bangku cadangan setelah City memboyongnya dari Chelsea senilai 125 juta pound sterling.
Starter Enzo Fernandez
Cedera Nico O'Reilly saat pemanasan mengubah rencana Maresca. Gelandang Argentina itu pun langsung masuk sebelas pemain utama.
Maresca juga memberikan debut kepada Iliman Ndiaye. Bersama Haaland, Semenyo, dan Cherki, Ndiaye menjadi bagian dari barisan serang City yang telah menghabiskan belanja besar pada musim panas.
City mengeluarkan total 460 juta pound sterling untuk merombak skuad setelah berakhirnya satu dekade kepemimpinan Pep Guardiola.
Dominasi nama besar itu tak membuat Coventry menyerah. Pasukan Frank Lampard terus menekan pada babak kedua.
Donnarumma harus melakukan dua penyelamatan krusial untuk menggagalkan peluang Loum Tchaouna dan Ellis Simms. Coventry pun kembali gagal mencetak gol setelah empat pertandingan musim ini.
Meski kalah, penampilan Coventry memberi Lampard alasan untuk optimistis bahwa timnya mampu bersaing di Liga Primer.
Sebaliknya, Maresca punya pekerjaan rumah. City memang meraih sembilan poin dari tiga pertandingan, tapi performa mereka belum sepenuhnya meyakinkan.
Ujian lebih berat menunggu saat mereka bertandang menghadapi rival sekota, Manchester United, pekan depan.
Untuk sementara, City memimpin klasemen, setidaknya sebelum juara bertahan Arsenal menghadapi Chelsea pada Minggu (6/9/2026) malam. (*)
Erling Haaland berada di jalur yang tepat untuk memenangkan Sepatu Emas lagi. Ia mencetak gol ke gawang Coventry, Sabtu (5/9/2026) malam. (Screenshot The Sun)








