Sport
Terkini

Haaland Hancurkan Liverpool, Slot Terdesak Setelah City Mengamuk di Etihad dan Wembley

HATTRICK - Striker Erling Haaland mencetak hat-trick untuk Manchester City saat mereka menghancurkan Liverpool di Piala FA. (The Sun/Getty)

MANCHESTER, UNHAS.TV - Manchester City melaju ke Wembley setelah menghajar Liverpool dengan skor telak 4-0 di babak 16 besar FA Cup di Stadion Etihad, Sabtu (4/4/2026) malam waktu setempat.

Penyerang City, Erling Haaland, mencetak hat-trick dan menjadi pusat kemenangan yang mengguncang Liverpool sekaligus mempertebal tekanan terhadap pelatih Arne Slot.

Laga yang semula berjalan ketat berubah drastis dalam rentang kurang dari 20 menit. City mencetak empat gol dalam fase yang mematikan di akhir babak pertama hingga awal babak kedua.

Tiga di antaranya diborong Haaland, yang kembali menunjukkan kegemarannya menjebol gawang Liverpool setiap kali bermain di kandang sendiri.

Bagi Liverpool, hasil itu menjadi pukulan berat. Mereka sempat tampil lebih hidup pada 30 menit awal, menciptakan sejumlah peluang, dan beberapa kali merepotkan lini belakang tuan rumah. Namun efektivitas menjadi persoalan.

Mohamed Salah gagal memaksimalkan beberapa kesempatan, termasuk satu penalti pada babak kedua yang digagalkan penjaga gawang James Trafford.

Kekalahan itu datang pada saat yang tidak ideal bagi Slot. Pelatih asal Belanda itu kini harus segera mengangkat mental timnya menjelang laga perempatfinal Liga Champions melawan Paris Saint-Germain, Rabu (8/4/2026) mendatang.

Di tengah jadwal padat dan ekspektasi tinggi, kekalahan telak dari pesaing sekelas City tentu tidak akan membantu.

City sendiri memulai pertandingan dengan tensi tinggi. Manajer Pep Guardiola, yang menyaksikan dari tribun karena larangan mendampingi di pinggir lapangan.

Pep sempat menunjukkan kemarahan ketika timnya tidak mendapat penalti setelah Rayan Cherki dijatuhkan Milos Kerkez. Namun kekecewaan itu tak berlangsung lama.

Momen penentu datang melalui Nico O’Reilly, pemain binaan akademi City yang dua pekan sebelumnya menjadi pahlawan di Wembley saat membantu klubnya menjuarai Piala Liga.

Kali ini, O’Reilly kembali berperan besar. Ia menerima umpan Matheus Nunes, bergerak masuk ke kotak penalti, lalu dijatuhkan Virgil van Dijk. Wasit Michael Oliver langsung menunjuk titik putih. Keputusan itu nyaris tak mendapat protes dari pemain Liverpool.

Haaland yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan peluang. Ia mengirim bola ke arah berlawanan dari penjaga gawang Giorgi Mamardashvili. Gol itu memecah kebuntuan dan mengubah arah pertandingan.

Tutup Babak Pertama 2-0

Belum sempat Liverpool memulihkan ritme, City kembali menghantam. Tepat menjelang turun minum, Cherki melepaskan umpan terobosan ke Antoine Semenyo di sisi kanan. Bola silang Semenyo disambut sundulan Haaland yang memperdaya Mamardashvili.

City menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol, meski sebelumnya pertandingan sempat terlihat seimbang.

Jika Slot berharap bisa membenahi timnya di ruang ganti, harapan itu segera pupus setelah jeda. Kurang dari lima menit babak kedua berjalan, Cherki kembali menjadi penggerak serangan.

Gelandang itu mengirim bola matang kepada Semenyo, yang kali ini menuntaskan peluang dengan sepakan terangkat melewati Mamardashvili. Gol itu praktis mematikan perlawanan Liverpool.



Statistik Pertandingan Man City vs Liverpool. (The Sun)


Namun sorotan tetap kembali kepada Haaland. Menjelang satu jam pertandingan, Jeremy Doku dan O’Reilly membangun serangan cepat yang berujung pada penyelesaian Haaland.

Sepakannya membentur mistar bagian bawah sebelum memantul masuk. Hat-trick itu menegaskan lagi statusnya sebagai ancaman utama City, bahkan ketika awal 2026 disebut tidak sepenuhnya mulus menurut standar tingginya sendiri.

Tiga gol ke gawang Liverpool membuat total gol Haaland untuk klub dan tim nasional musim ini mencapai 46.

Catatan itu menjelaskan mengapa satu periode mandul singkat tak serta-merta mengurangi daya rusaknya. Di Etihad, ia seperti menemukan panggung yang selalu cocok untuk menghukum Liverpool.

Mo Salah Gagal Penalti

Di sisi lain, hari buruk Liverpool terasa makin lengkap lewat penampilan Salah. Penyerang asal Mesir itu mendapat beberapa peluang untuk memperkecil ketertinggalan. Satu tembakannya digagalkan Trafford.

Upaya lain melambung. Kesempatan terbaik datang saat Liverpool mendapat penalti setelah Matheus Nunes melanggar Hugo Ekitike di kotak terlarang. Tapi lagi-lagi Trafford tampil gemilang dan menepis eksekusi Mo Salah.

Bagi ribuan pendukung Liverpool yang datang ke Manchester, pertandingan itu berakhir dengan kekecewaan.

Sejumlah suporter bahkan meninggalkan stadion sebelum peluit panjang berbunyi. Mereka menyaksikan timnya tak hanya kalah, tetapi juga kehilangan kontrol setelah sempat menjanjikan pada awal laga.

Sebaliknya, City menutup pertandingan dengan keyakinan besar. Kemenangan ini membawa mereka kembali ke Stadion Wembley, kali ke-23 di era Guardiola, dan memperpanjang momentum yang sudah terbangun sejak menjuarai Piala Liga.

Dengan performa setajam ini, City tampak kembali menemukan bentuk penampilan terbaiknya pada saat yang penting.

Untuk Liverpool, persoalannya bukan semata kekalahan, melainkan cara mereka runtuh. Arne Slot kini menghadapi tugas yang jauh lebih berat.

Pelatih asal Belanda itu wajib memperbaiki efektivitas serangan, memulihkan kepercayaan diri para pemain, dan memastikan kekalahan di Etihad tidak menjalar menjadi krisis yang lebih besar. (*)