Sport

Haaland Jaga Asa City, Arsenal Gagal Menjauh dalam Perburuan Gelar Liga Inggris

CETAK GOL - Rayan Cherki membawa Man City unggul lebih dulu atas Arsenal. Gol kedua giliran Erling Haaland yang menggandakannya. (The Sun/Getty)

MANCHESTER, UNHAS.TV - Manchester City menjaga tekanan dalam persaingan juara Liga Inggris setelah menundukkan Arsenal 2-1 dalam laga penuh tensi di Etihad Stadium, Minggu (19/4/2026) malam.

Pertandingan City vs Arsenal memperlihatkan betapa tipis jarak kualitas, mental, dan keberuntungan di antara dua kandidat utama musim ini.

Kemenangan itu bukan hanya memberi tiga poin penting bagi tim asuhan Pep Guardiola, melainkan juga mengubah arah momentum perebutan gelar yang dalam beberapa pekan terakhir sempat terasa condong ke kubu London Utara.

Gol penentu datang dari Erling Haaland, penyerang yang sekali lagi muncul pada saat paling menentukan. Ketika Arsenal mulai tampak lebih berbahaya dan nyaris berbalik unggul, penyerang Norwegia itu memanfaatkan penetrasi Nico O’Reilly dari lini kedua untuk menuntaskan peluang dari jarak dekat.

Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang sejak awal menyajikan intensitas tinggi, duel keras, dan sejumlah momen yang nyaris mengubah keseluruhan arah perburuan gelar.

Hasil ini membuat jarak kedua tim menipis menjadi tiga poin. Situasi itu membuka peluang City untuk naik ke puncak klasemen andaikata mereka mampu mengalahkan Burnley pada laga berikutnya.

Namun kemenangan ini belum menuntaskan apa pun. Justru, laga tersebut menegaskan bahwa perburuan gelar kemungkinan besar akan berjalan hingga pekan-pekan terakhir, dengan selisih yang dapat ditentukan oleh satu gol, satu kesalahan, atau satu keputusan wasit.

Sejak menit-menit awal, pertandingan sudah menunjukkan nuansa final. Arsenal beberapa kali selamat dari tekanan cepat City. Tekanan tinggi tuan rumah memaksa lini belakang lawan bermain dalam area berisiko.

Haaland hampir mencuri keuntungan dari kontrol bola yang kurang sempurna di area pertahanan Arsenal. Tidak lama kemudian, O’Reilly menusuk ke kotak penalti dan mengalirkan bola kepada Ryan Cherki.

Tembakan pemain Prancis itu sempat berubah arah setelah mengenai Gabriel, lalu membentur tiang dan kembali ke pelukan kiper. City membuka laga dengan ancaman yang konkret dan terus-menerus.

Arsenal, meski berada dalam tekanan, bukan tanpa jawaban. Kekuatan bola mati yang sepanjang musim menjadi salah satu senjata utama mereka kembali menciptakan peluang.

Dari sebuah sepak pojok Declan Rice, Cristhian Mosquera gagal mengarahkan peluang dengan baik. Momen itu kemudian terasa mahal, karena City mampu memecah kebuntuan pada menit ke-18.

Berawal dari Matheus Nunes yang merebut momentum duel atas Ebere Eze, bola jatuh kepada Cherki di depan kotak penalti. Dengan gerak kaki yang rapi, ia melewati kawalan sebelum melepaskan sepakan mendatar ke sudut bawah gawang. Itu adalah gol yang lahir dari kualitas teknis murni.

Arsenal Menyamakan Kedudukan

>> Baca Selanjutnya