Mahasiswa

Hadirkan Inovasi Ramah Lingkungan, Mahasiswa KKNT 115 Unhas Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

AROMATERAPI. Mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 115 berfoto bersama usai gelar Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah di Kantor Kelurahan Maloku, Kota Makassar, Jumat (06/02). Foto: Dokumentasi Pribadi

MAKASSAR, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Perubahan Iklim Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah di Kelurahan Maloku, Kota Makassar.

Program ini menjadi upaya edukatif dan inovatif dalam mengelola limbah rumah tangga agar lebih ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKNT 115 Unhas bersama pemerintah Kelurahan Maloku dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa dalam merespons permasalahan lingkungan akibat limbah minyak jelantah yang selama ini belum dikelola secara optimal.

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang banyak dihasilkan dari aktivitas memasak harian masyarakat maupun usaha kuliner.

Di Kelurahan Maloku, minyak jelantah kerap dibuang langsung ke saluran air atau tanah tanpa proses pengolahan, sehingga berpotensi mencemari lingkungan, menyumbat drainase, serta berdampak buruk bagi kesehatan jika digunakan kembali.

Koordinator Program Kerja, Sriwahyuni Idham, mengatakan bahwa pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dipilih karena prosesnya relatif sederhana dan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah ternyata dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat, ramah lingkungan, dan memiliki nilai jual,” ujarnya pada Jumat (6/2/2026).

Sriwahyuni mengatakan, pembuatan lilin aromaterapi diawali dengan penyaringan dan pemanasan minyak jelantah untuk menghilangkan kotoran.

Minyak kemudian dicampur dengan stearic acid dan essential oil, sebelum dituangkan ke dalam wadah yang telah dipasangi sumbu. 

"Selain menghasilkan aroma yang menenangkan, lilin aromaterapi ini juga berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha berbasis lingkungan," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator KKNT Kelurahan Maloku, M. Yusran Malik, menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga.

“Edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan dan mulai melihat peluang pemanfaatannya,” ungkapnya.

Melalui program ini, Sriwahyuni berharap dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, memberikan keterampilan baru bagi warga, serta membuka peluang usaha kreatif berbasis pengelolaan limbah. 

"Program pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Kelurahan Maloku sebagai langkah menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat," harap Sriwahyuni.

(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)