MAKASSAR, UNHAS.TV – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar di Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Sabtu (2/5/2026) tidak hanya menjadi ajang seremonial semata, namun juga menjadi momen penting bagi para inovator dan peneliti yang berkontribusi pada kemajuan riset di Indonesia.
Sebagai bagian dari perayaan Hardiknas, Unhas memberikan penghargaan kepada para presenter terbaik dalam ajang The 1st Unhas Innovation Seminar, yang diselenggarakan oleh Direktorat Inovasi dan Kekayaan Intelektual Unhas.
Lapangan PKM Unhas menjadi saksi pemberian reward kepada para dosen dan peneliti yang telah menghasilkan inovasi unggulan di berbagai bidang.
Penghargaan ini merupakan bagian dari upaya Unhas untuk mendorong hilirisasi riset yang tidak hanya berhenti pada publikasi, namun mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam seminar yang digelar pada Maret lalu di Unhas Hotel, sebanyak delapan kategori inovasi dipertandingkan, mencakup sektor ekonomi biru, ekonomi hijau, ketahanan pangan, kesehatan, dan farmasi.
Selain itu, apresiasi juga diberikan pada bidang transformasi digital, inovasi sosial, komersialisasi, serta inovasi dana padanan.
Para inovator dari berbagai fakultas di Unhas turut mempresentasikan produk-produk riset yang mereka kembangkan, dengan tujuan memastikan bahwa riset yang dihasilkan oleh kampus ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Unhas, Asmi Citra Malina SPi MAgr PhD mengungkapkan bahwa Hari Pendidikan Nasional sangat relevan dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui riset.
Menurutnya, riset yang dilakukan oleh para peneliti di Unhas harus mampu terus berkembang, tidak hanya dari segi kualitas dan jumlah, tetapi juga dari sisi hilirisasi, agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Unhas, Asmi Citra Malina SPi MAgr PhD. (Unhas TV/Zulkarnaen)
"Hari Pendidikan Nasional sangat terkait dengan bagaimana meningkatkan kualitas dari pendidikan yang dituangkan dalam riset. Riset ini kita kembangkan terus baik kualitas, mutunya, maupun jumlahnya di kampus, dengan motivasi dan animo para peneliti untuk melakukan hilirisasi," ujarnya.
Banyak penelitian yang hanya berhenti pada publikasi, oleh karena itu pada kesempatan ini kita ingin menumbuhkan minat hilirisasi riset yang nantinya bisa berdampak langsung kepada masyarakat," jelas Asmi.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Unhas untuk memastikan bahwa setiap riset yang lahir di kampus ini tidak hanya berhenti pada tahap publikasi, tetapi dapat memberikan kontribusi langsung bagi kemajuan bangsa.
Dengan memfasilitasi para inovator untuk mempresentasikan hasil riset mereka, Unhas berharap dapat menginspirasi lebih banyak peneliti untuk berfokus pada hilirisasi dan komersialisasi produk riset mereka.
Acara ini juga menjadi bukti nyata bahwa Unhas terus berupaya untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong hilirisasi riset, yang tidak hanya bermanfaat bagi dunia akademis, tetapi juga bagi kemajuan masyarakat secara luas.
(Amina Rahma Ahmad / Zulkarnen Jumar Taufik / Unhas TV)
INOVATOR TERBAIK - Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa berfoto bersama usai menyerahkan Reward Inovator Terbaik pada Peringatan Hardiknas 2026 di Lapangan PKM, Sabtu (2/5/2026). (Unhas TV/Amina Rahma)








