Ekonomi
Sulsel

HIPMI Hadin Tech Summit 2026 Dorong Kolaborasi Teknologi untuk Transformasi Digital Kesehatan

HIPMI Sulsel dan Hadin ITE Solution menggelar HIPMI Hadin Tech Summit 2026 di Ballroom Unhas Hotel & Convention, Makassar, Selasa (22/9/2026). Event ini membahas transformasi kesehatan melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, pengusaha, dan industri teknologi. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah R)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Kolaborasi Hadin ITE Solution dan Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Sulawesi Selatan menghadirkan HIPMI Hadin Tech Summit 2026 di Ballroom Unhas Hotel & Convention, Makassar, Selasa (22/9/2026).

Forum ini mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, praktisi kesehatan, dan industri teknologi untuk membahas percepatan transformasi digital sektor kesehatan.

Mengusung tema Digital Health Transformation: Modernizing Healthcare Infrastructure for Hospitals and Health Authorities, pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan yang dihadapi fasilitas kesehatan dalam proses digitalisasi.

Topiknya mencakup integrasi data pasien, sistem informasi rumah sakit, keamanan data, hingga penggunaan teknologi untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono yang memberikan sambutan secara daring mengatakan sektor kesehatan Indonesia masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Menurut Dante, transformasi digital menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan akses dan mutu layanan. Integrasi data dan penggunaan teknologi digital dinilai dapat membantu fasilitas kesehatan membangun pelayanan yang lebih efektif dan terhubung.

Dante juga mendorong keterlibatan dunia usaha dan generasi muda dalam pengembangan inovasi kesehatan. Menurut dia, transformasi digital tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan Dr dr Evi Mustikawati Arifin SpKK MKes, yang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi penyelenggaraan forum tersebut. Ia menilai digitalisasi telah menjadi kebutuhan rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Digitalisasi, menurut Evi, diperlukan untuk membangun layanan yang lebih cepat, terintegrasi, dan mampu merespons kebutuhan masyarakat.

Dari kalangan akademik, Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Universitas Hasanuddin Prof Dr Amir Ilyas SH MH MKrim mengatakan digitalisasi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan pelayanan rumah sakit.

Sistem digital, kata dia, perlu dibangun secara terintegrasi dan berkelanjutan agar memberi dampak terhadap kualitas pelayanan.

Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Selatan Andi Amar Ma'ruf Sulaiman SE BBusman MH menekankan perlunya keterlibatan dunia usaha dalam proses transformasi tersebut.

Ia berharap kerja sama HIPMI dengan Hadin IT Solution dapat mendorong integrasi sistem digital pada berbagai fasilitas kesehatan.

HIPMI Hadin Tech Summit 2026 juga menghadirkan diskusi yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan.

Mereka antara lain Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Kesehatan Eko Sulistio, serta Direktur Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Andi Muhammad Ichsan.

Para pembicara membahas tantangan pengembangan sistem kesehatan digital dari berbagai perspektif, termasuk tata kelola data, pelayanan rumah sakit, teknologi informasi, dan integrasi layanan kesehatan.

Penyelenggaraan kegiatan ini turut didukung perusahaan teknologi. Huawei menjadi gold sponsor. Ruijie, Fortinet, dan Lenovo menjadi platinum sponsor. Adapun Primahome, Epson, dan Dell Technologies tercatat sebagai silver sponsor.

Melalui forum tersebut, penyelenggara mendorong terbentuknya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, fasilitas kesehatan, perguruan tinggi, pengusaha, dan perusahaan teknologi.

Kolaborasi lintas sektor itu diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur digital kesehatan sekaligus mendorong terciptanya sistem pelayanan yang terintegrasi, aman, dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.

(Mustika Syaharuddin/Kautsar Ardiansyah R./ Unhas TV)