
Kepala Sekolah IMAAM Madrasah Ina Nasution. (dok VOA)
Selain kurikulum agama, IMAAM Madrasah juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk memperkuat rasa persaudaraan di antara sesama Muslim.
Kegiatan sosial dan kebudayaan seperti perayaan hari besar Islam, kegiatan berbagi dengan komunitas, serta sesi diskusi interaktif bersama ustaz dan pendidik menjadi bagian integral dari sistem pembelajaran. Dengan demikian, mereka tidak hanya belajar Islam secara teori, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Para orang tua menganggap IMAAM Madrasah sebagai bagian penting dalam pendidikan anak-anak mereka. Salah seorang wali murid, Rizky S., berbagi pengalaman tentang bagaimana anaknya semakin percaya diri dalam mengamalkan Islam setelah mengikuti madrasah ini.
"Anak saya sekarang lebih rajin salat dan membaca Al-Qur'an. Dia juga lebih berani mengenalkan dirinya sebagai Muslim di lingkungan sekolah umum. Ini sangat berarti bagi kami sebagai orang tua," ujarnya.
Keberadaan IMAAM Madrasah bukan hanya membantu anak-anak Muslim mengenal agamanya, tetapi juga menjadi bukti nyata betapa kuatnya komunitas Muslim dalam mempertahankan identitas mereka di negara minoritas. Dengan dukungan para pendidik yang berpengalaman dan lingkungan belajar yang kondusif, madrasah ini terus berkembang dan menarik semakin banyak keluarga Muslim untuk bergabung.
Seiring waktu, IMAAM Madrasah terus berinovasi dalam metode pengajarannya, termasuk memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pembelajaran.
Dengan semangat yang terus menyala, madrasah ini menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga dan menumbuhkan nilai-nilai Islam di tengah tantangan kehidupan Muslim di Amerika Serikat.
Simak liputan lengkapnya dalam tayangan VOA berikut ini: