News

India Krisis BBM, Antrean Makin Panjang di SPBU, Hotel Tutup

MAKASSAR, UNHAS.TV - Penutupan Selat Hormuz membawa dampak paling memilukan untuk rakyat India. Negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia itu kini kesulitan memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Antrean pemilik kendaraan makin sering terlihat di India. Sebagian harus bertengkar demi mendapatkan nomor antrean paling cepat untuk mendapatkan bahan bakar.

Persediaan BBM dalam negeri juga telah memicu kepanikan luar biasa di seluruh negeri. Pemerintah bahkan mengerahkan polisi di Kota Gujarat untuk menertibkan para calon pembeli.

Menipisnya persediaan BBM juga membuat sejumlah industri melakukan penghematan luar biasa. Sejumlah hotel dikabarkan telah menutup layanannya karena tidak mendapatkan pasokan bahan bakar.

Sebelumnya, Perdana Menteri India Narendra Modi mengaku telah menghubungi Iran agar mendapatkan pasokan bahan bakar. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil.

Sampai empat pekan perang yang melibatkan Iran melawan AS dan Israel, Selat Hormuz yang menjadi lalu lintas tersibuk untuk pengapalan minyak mentah untuk kawasan Asia dan Eropa, masih dalam pengawasan Iran.

Hanya kapal-kapal dari negara tertentu yang bisa melewati Selat Hormuz. India termasuk negara yang masuk daftar hitam Iran karena memiliki kedekatan khusus dengan Israel dan Amerika Serikat.

Data terbaru menunjukkan, India sangat bergantung pada impor dengan sekitar 87-88% kebutuhan domestiknya dipenuhi dari luar negeri. Negara-negara Teluk seperti Irak, Arab Saudi, UAE, dan Kuwait adalah pemasok utama. Irak seringkali menempati posisi pemasok terbesar ke-2 (sekitar 20-23% pangsa pasar) diikuti Arab Saudi (16-18%) dan UAE (8-10%).

Saat ini, India sedang berusaha meragamkan pasokan untuk mengurangi risiko geopolitik akibat konflik di Timur Tengah, termasuk meningkatkan pembelian dari AS, Rusia, dan Afrika.(*)