
GAGAL PENALTI - Harry Kane gagal memanfaatkan peluang penalti setelah jeda pertandingan. Tendangannya membentur mistar gawang Spanyol di UEFA Nations League, Minggu (27/9/2026) dini hari. (Screenshot The Sun)
Spanyol tidak pernah berhenti menekan setelah turun minum. Inggris tetap kesulitan mempertahankan penguasaan bola dan terlalu mudah kehilangan posisi ketika lawan melakukan transisi cepat.
Nico O’Reilly kembali kehilangan bola dalam situasi berbahaya. Alex Baena, yang baru lima menit berada di lapangan sebagai pemain pengganti, memanfaatkan celah tersebut.
Ia melepaskan tembakan melengkung yang tidak mampu dihentikan Trafford. Skor pun berubah menjadi 2-2.
Baena belum selesai. Ia kemudian berperan sebagai pemberi assist bagi Oyarzabal.
Pertahanan Inggris kembali gagal membaca pergerakan lawan. Oyarzabal berdiri tanpa penjagaan ketika menerima bola. Ia dengan tenang mencungkil bola melewati Trafford yang keluar meninggalkan gawang. Spanyol berbalik unggul 3-2.
Inggris mencoba mengejar pada pengujung pertandingan. Bellingham memperoleh peluang terbaik untuk menyamakan kedudukan, tetapi Unai Simon melakukan penyelamatan penting.
Peluit akhir memastikan Spanyol membawa pulang kemenangan.
Tuchel menurunkan skuad Inggris termuda sejak menangani tim tersebut, dengan rata-rata usia 25 tahun enam hari. Namun usia tidak cukup menjadi alasan bagi sederet kesalahan mendasar yang dilakukan para pemain.
Marc Guehi, Elliot Anderson, dan Nico O’Reilly termasuk pemain yang beberapa kali kehilangan bola di area berbahaya. Masalah tersebut memperlihatkan bahwa pertahanan Inggris masih jauh dari stabil.
Catatan Inggris pada fase kualifikasi Piala Dunia sebelumnya sempat terlihat impresif karena tidak kebobolan. Namun performa pada pertandingan besar menunjukkan persoalan yang berbeda.
Inggris telah kebobolan delapan gol sebelum menghadapi Prancis di Miami. Laga-laga berikutnya terus memperlihatkan kelemahan yang harus diselesaikan Tuchel menuju Euro 2028. Posisi penjaga gawang juga sedang mendapat perhatian.
James Trafford mendapat kesempatan menjalani dua pertandingan sebagai bagian dari evaluasi Tuchel. Laga melawan Spanyol menjadi penampilan senior ketiganya.
Ia juga dijadwalkan menghadapi Republik Ceko sebelum Jordan Pickford kembali bermain melawan Kroasia dan mencatat penampilan internasional ke-92.
Trafford sempat melakukan penyelamatan penting, tetapi terlalu sering dibiarkan menghadapi penyerang Spanyol tanpa perlindungan memadai.
Kekalahan ini datang setelah Inggris sebelumnya menjalani pertandingan gila melawan Prancis dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia yang berakhir 6-4.
Pola serupa kembali terlihat di Wembley. Inggris mempunyai kecepatan, semangat, dan keberanian menyerang. Namun tim ini masih kesulitan mengontrol tempo, mempertahankan bola, serta menjaga struktur ketika kehilangan penguasaan.
Tuchel memang masih mempunyai waktu untuk memperbaiki tim menuju Euro 2028. Namun laga melawan Spanyol menunjukkan pekerjaan rumahnya tidak sedikit.
Inggris bisa mencetak gol melawan tim terbaik dunia. Persoalannya, mereka juga terlalu mudah memberikan kesempatan kepada lawan.
Melawan Spanyol, kesalahan kecil tidak pernah benar-benar kecil. Dan ketika kesempatan emas datang melalui titik penalti, Inggris kembali gagal memanfaatkannya. (*)








