MAKASSAR, UNHAS.TV - Memasuki lingkungan kampus yang baru bukan hanya perkara mengenali ruang kuliah, gedung fakultas, atau jalur menuju kantin.
Mahasiswa baru juga perlu menemukan tempat yang nyaman untuk membaca, berdiskusi, mengerjakan tugas, hingga menyusun penelitian.
Di Kampus Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, sejumlah lokasi telah menjadi pilihan mahasiswa untuk menjalani aktivitas akademik di luar ruang kelas.
Tiga tempat yang kerap dimanfaatkan mahasiswa adalah Perpustakaan Pusat Universitas Hasanuddin, CIMB Niaga Lounge, dan pelataran Fakultas Hukum.
Setiap lokasi menawarkan suasana serta fasilitas berbeda, menyesuaikan kebutuhan dan kebiasaan belajar mahasiswa.
Perpustakaan Pusat Unhas menjadi salah satu tujuan utama. Gedung ini menyediakan koleksi pustaka, referensi akademik, ruang baca, serta akses ke repositori universitas.
Suasananya yang relatif tenang membuat perpustakaan banyak digunakan untuk membaca, mencari sumber penelitian, mengolah data, dan menyusun skripsi.
Lokasinya yang berada di kawasan utama kampus juga memudahkan mahasiswa dari sejumlah fakultas untuk menjangkaunya.
Pada jam perkuliahan, kursi-kursi di ruang baca biasanya ditempati mahasiswa yang bekerja dengan laptop, membuka buku, atau mencatat hasil penelusuran literatur. Sebagian datang sendiri, sementara yang lain mengerjakan tugas bersama dalam kelompok kecil.
Sylvia Dulmeling Brustapur, mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Unhas, memilih perpustakaan karena letaknya dekat dari fakultasnya. Ia telah memanfaatkan tempat tersebut sejak tahap awal penyusunan skripsi hingga menghadapi seminar penelitian.
“Kalau saya pribadi pilih perpustakaan karena dekat dengan fakultas,” kata Sylvia, Jumat, 31 Juli 2026. “Dari awal menyusun skripsi sampai seminar, saya selalu di perpustakaan. Tempat ini nyaman untuk mengerjakan skripsi karena tidak berisik.”
Selain ketenangan, akses terhadap sumber akademik menjadi alasan mahasiswa datang ke perpustakaan.
Repositori Unhas memuat berbagai karya ilmiah yang dapat membantu mahasiswa menelusuri penelitian terdahulu, menentukan landasan teori, maupun membandingkan metode penelitian.
Elian Mawarana Sundetok, yang juga mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan, mengatakan ia membutuhkan akses repositori untuk mencari referensi yang berkaitan dengan penelitiannya. Ia memilih perpustakaan ketika sedang menyusun dan mengolah data.
“Saya pilih perpustakaan karena sedang melakukan penyusunan data,” ujar Elian. “Saya butuh akses repositori Unhas untuk membaca referensi yang berkaitan dengan penelitian saya. Tempatnya juga nyaman, bersih, dan tidak ribet.”
Tak jauh dari perpustakaan, masih di kompleks gedung yang sama, terdapat CIMB Niaga Lounge. Tempat ini menjadi alternatif bagi mahasiswa yang membutuhkan suasana belajar lebih santai.
Lounge tersebut dilengkapi meja, kursi, dan colokan listrik yang dapat digunakan untuk menunjang aktivitas perkuliahan.
Ketersediaan sumber listrik menjadi salah satu pertimbangan penting, terutama bagi mahasiswa yang bekerja dengan laptop atau perangkat elektronik dalam waktu lama.
Tempat ini biasa dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas, menunggu jadwal kuliah berikutnya, atau menyelesaikan pekerjaan kelompok.
Berbeda dengan ruang perpustakaan yang lebih tenang, lounge menawarkan suasana yang memungkinkan mahasiswa berkomunikasi dan berdiskusi dengan lebih leluasa.
Karena berada di sekitar pusat aktivitas kampus, lokasi tersebut juga mudah diakses tanpa harus berpindah jauh dari perpustakaan maupun gedung perkuliahan di sekitarnya.
Pelataran Fakultas Hukum
>> Baca Selanjutnya
Perpustakaan Pusat Universitas Hasanuddin menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi mahasiswa baru Unhas. (Dok Unhas TV)








