
Perpustakaan Pusat Universitas Hasanuddin menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi mahasiswa baru Unhas. (Dok Unhas TV)
Pilihan lain terdapat di pelataran Fakultas Hukum Unhas. Ruang terbuka itu banyak digunakan oleh mahasiswa yang tidak ingin belajar di dalam gedung.
Mereka dapat membaca, mengerjakan tugas, atau berdiskusi bersama teman dengan suasana yang lebih terbuka.
Pelataran tersebut menjadi tempat pertemuan informal bagi mahasiswa. Kegiatan belajar tidak selalu berlangsung dalam keheningan.
Ada mahasiswa yang bertukar pendapat, membahas tugas kuliah, menyiapkan presentasi, atau sekadar membaca bahan perkuliahan sambil menunggu kegiatan berikutnya.
Keberadaan beberapa spot belajar memberikan pilihan kepada mahasiswa berdasarkan kebutuhan masing-masing. Perpustakaan cocok bagi mereka yang membutuhkan konsentrasi dan referensi akademik.
Lounge dapat digunakan mahasiswa yang memerlukan fasilitas meja, kursi, serta sambungan listrik. Adapun pelataran Fakultas Hukum menjadi pilihan untuk belajar dan berdiskusi dalam suasana terbuka.
Meski mengaku nyaman, Sylvia dan Elian menilai sejumlah fasilitas masih dapat ditingkatkan. Jaringan internet yang lebih stabil dibutuhkan agar mahasiswa lebih mudah mengakses jurnal, repositori, dan sumber pembelajaran digital.
Sirkulasi udara juga perlu diperhatikan karena kenyamanan ruangan memengaruhi kemampuan mahasiswa berkonsentrasi dalam waktu lama.
Perbaikan fasilitas, menurut keduanya, tidak hanya diperlukan di Perpustakaan Pusat, tetapi juga di berbagai tempat belajar lain di lingkungan Unhas.
Ketersediaan internet, tempat duduk yang memadai, sumber listrik, kebersihan, serta pengaturan udara menjadi bagian penting dari ekosistem pembelajaran kampus.
Bagi mahasiswa baru, mengenali tempat belajar sejak awal dapat membantu proses adaptasi. Kampus bukan sekadar kumpulan ruang kuliah. Aktivitas akademik juga tumbuh di perpustakaan, lounge, pelataran, dan ruang-ruang pertemuan informal.
Di tempat-tempat itulah mahasiswa membaca lebih lama, bertemu teman diskusi, mengejar tenggat tugas, dan perlahan membangun kebiasaan belajarnya sendiri.
Pilihan tempat boleh berbeda, tetapi tujuannya sama: menciptakan kondisi yang memungkinkan pekerjaan akademik diselesaikan dengan lebih nyaman dan terarah.
(Tri Novianti Utami Putri / Radina Sinja Putri / Unhas TV)





-300x300.webp)


