Mahasiswa
Pendidikan

Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 Posko Desa Balantang Tak Sabar Jalani Masa Pengabdian

KKN UNHAS - Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 Posko Desa Balantang, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur saat diwawancarai Unhas TV usai mengikuti pembekalan dan pelepasan di Baruga AP Pettarani, Senin (29/6/2026). (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Suasana Baruga Andi Pangeran Pettarani Universitas Hasanuddin (Unhas), Senin (29/6/2026), tampak riuh dan penuh semangat pada momentum pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116.

Di tengah ribuan mahasiswa yang bersiap menuju lokasi pengabdian, salah satu posko menunjukkan tingkat kesiapan yang sangat matang. Mereka adalah tim KKN Unhas dari Desa Balantang, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.

Saat ditemui di lokasi, Syafiuddin selaku koordinator desa menyatakan bahwa kesiapan timnya telah mencapai angka 9/10 untuk terjun ke masyarakat. Menurutnya, kesiapan ini tidak lepas dari berbagai langkah awal yang telah mereka lakukan jauh-jawah hari sebelum hari pelepasan.

"Tentunya untuk seberapa siap, kalau satu sampai sepuluh, dari tim Balantang sendiri itu sudah 9/10," ujar Syafiuddin yang merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP angkatan 2023. 

"Karena kita sudah melakukan first meet di awal dan merangkumkan beberapa hal-hal yang tentunya perlu dipersiapkan dari teman-teman Balantang sendiri," lanjutnya.

Kekompakan yang ditunjukkan oleh posko ini terbilang menarik lantaran para anggotanya memiliki latar belakang program studi dan fakultas yang sangat beragam.

Selain Syafiuddin dari FISIP, posko Desa Balantang ini beranggotakan Muh Alif Rama Ihzani Herman dari Fakultas Hukum, Aliyah Miranti Rahmadani dari  Fakultas Ilmu Budaya, Feby Rastanti dari Program Studi Matematika, serta Reynaldy Arungla'bi dari Jurusan Sistem Informasi FMIPA.

Terkait cara menyatukan latar belakang yang berbeda-beda tersebut, Syafiuddin membagikan kiat timnya dalam membangun kedekatan (bonding).

Kuncinya terletak pada pertemuan pertama di mana mereka tidak hanya saling berkenalan, tetapi juga saling menggali latar belakang daerah asal, fakta unik, hingga harapan masing-masing ke depan.

Kedekatan tersebut kemudian dijaga lewat keaktifan berkomunikasi di grup obrolan serta memilih konsep foto bersama di luar studio agar suasana keakraban lebih terbangun.

Persiapan matang ini menjadi modal besar bagi tim Desa Balantang, terlebih mereka juga menyadari bahwa dinamika di lapangan nantinya pasti akan mempertemukan mereka dengan berbagai tantangan.

Ketika ditanya mengenai strategi posko jika nantinya menghadapi suatu permasalahan di lokasi pengabdian, Aliyah Miranti Rahmadani menyampaikan pandangannya.

"Tentunya saya berharap teman-teman mempunyai pemikiran yang berbeda. Tetapi saya juga percaya bahwa kita ini pilihan yang terbaik, jadi kita akan berunding untuk menentukan musyawarah mufakat," pungkas Aliyah.

Melalui prinsip musyawarah tersebut, tim KKN Unhas Posko Desa Balantang siap bersinergi dengan masyarakat setempat dan memberikan solusi nyata atas setiap persoalan yang ada.

(Kautsar Ardiansyah R / Mustika Syaharuddin / Unhas TV)