Mahasiswa

Penguatan Literasi Bahasa Arab Fungsional, Mahasiswa Unhas Hadirkan Pembelajaran Visual yang Lebih Nyaman bagi Anak-anak Majjelling

Suasana ceria anak-anak Majjelling saat mengikuti pembelajaran bahasa Arab berbasis media visual dalam kegiatan KKN-T Universitas Hasanuddin, yang menghadirkan metode belajar interaktif dan mudah dipahami sejak usia dini. Suasana ceria anak-anak Majjelling saat mengikuti pembelajaran bahasa Arab berbasis media visual dalam kegiatan KKN-T Universitas Hasanuddin, yang menghadirkan metode belajar interaktif dan mudah dipahami sejak usia dini.

SIDENRENG RAPPANG, UNHAS.TV- Kelurahan Majjelling, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, telah tercipta ruang belajar yang hidup ketika anak-anak TK/TPA mengikuti kegiatan penguatan literasi bahasa Arab fungsional melalui media visual yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin sejak 29 Januari 2026, yang terus berlanjut sepanjang masa KKN dan diupayakan menjadi praktik pembelajaran berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut merupakan program kerja yang diprakarsai dan dipertanggungjawabkan oleh Rifka Putri Awalia, mahasiswa Jurusan Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, yang menghadirkan pendekatan pembelajaran kosakata bahasa Arab secara visual sebagai strategi agar anak-anak lebih mudah mengenal, mengingat, dan menggunakan istilah dasar dalam kehidupan sehari-hari.

Di lingkungan TK/TPA Al-Iqrabar dan Rumah Tahsin Al-Fatah, suasana belajar berlangsung santai namun aktif ketika kartu kosa kata bergambar, papan interaktif, serta permainan edukatif digunakan sebagai alat bantu untuk memperkenalkan kata-kata sederhana bahasa Arab secara bertahap dan menyenangkan.

Pendekatan visual tersebut terbukti membuat anak-anak lebih fokus, berani mengucapkan kosakata baru, serta lebih cepat menghafal karena mereka tidak hanya membaca, tetapi juga melihat gambar, bergerak, dan berinteraksi langsung dengan materi pembelajaran.

Secara ilmiah, metode pembelajaran berbasis visual dikenal luas dalam praktik pendidikan modern karena membantu kerja memori jangka panjang, meningkatkan retensi hingga dua kali lipat dibanding metode ceramah semata, dan kini menjadi tren global dalam pengajaran bahasa asing di berbagai negara melalui flashcard, multimedia interaktif, dan gamifikasi kelas.

Anak-anak TK/TPA Al-Iqrabar dan Rumah Tahsin Al-Fatah di Kelurahan Majjelling mengikuti pembelajaran literasi bahasa Arab berbasis media visual yang dipandu Rifka Putri Awalia, mahasiswa Sastra Arab Universitas Hasanuddin, dalam suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, dan memudahkan mereka mengenal kosa kata dasar secara cepat dan bermakna.
Anak-anak TK/TPA Al-Iqrabar dan Rumah Tahsin Al-Fatah di Kelurahan Majjelling mengikuti pembelajaran literasi bahasa Arab berbasis media visual yang dipandu Rifka Putri Awalia, mahasiswa Sastra Arab Universitas Hasanuddin, dalam suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, dan memudahkan mereka mengenal kosa kata dasar secara cepat dan bermakna.


Bagi anak-anak Majjelling, bahasa Arab yang sebelumnya terasa sulit dan kaku berubah menjadi pengalaman belajar yang ringan, akrab, dan menyenangkan karena materi dikemas seperti permainan, bukan hafalan.

Literasi bahasa Arab fungsional sendiri dinilai penting sebagai fondasi dini untuk memahami bacaan Al-Qur’an, doa-doa harian, serta komunikasi sederhana, sehingga penguasaan kosakata dasar sejak kecil menjadi bekal spiritual sekaligus linguistik bagi mereka.

Program kerja ini juga memberikan dampak langsung kepada para guru dan pengurus TK/TPA yang memperoleh inspirasi metode mengajar baru yang lebih kreatif, interaktif, dan adaptif terhadap karakter belajar anak usia dini.

Salah seorang pengurus lembaga pendidikan menyampaikan apresiasi dengan menyebut bahwa kegiatan tersebut membuka wawasan mereka tentang cara mengajar yang lebih efektif serta membantu anak-anak belajar dengan rasa senang tanpa tekanan.

Melalui kegiatan ini, Rifka Putri Awalia menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin tidak hanya membawa program akademik, tetapi juga inovasi pendidikan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara kampus dan warga dalam membangun generasi yang melek bahasa, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan.(*)