MAKASSAR, UNHAS.TV - Perang Iran melawan AS dan Israel belum menunjukkan tanda-tanda akhir. Bahkan perang makin meluas karena sudah melibatkan kelompok di luar wilayah Iran.
Iran menyebutkan, perang tidak akan berakhir kecuali AS menyatakan menyerah dan membayar konsekuensi yang diminta Iran. Jika AS belum menyerah, maka Iran sudah menyiapkan rencana untuk berperang hingga enam bulan ke depan.
Keyakinan Iran itu diperkuat dengan dukungan kelompok Houthi Yaman yang terus meluncurkan roket balistik ke selatan Israel. Kelompok Hizbullah juga sudah masuk arena untuk memperkuat serangan Iran.
Sebagai tanda terima kasih, Ayatollah ojtaba Khamenei mengirim pesan khusus ke pimpinan Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, dan menyatakan siap mendukung Hizbullah melawan Israel dan AS.
Khamenei melalui kanal Telegram juga mengirimkan emoticon sayang dan kesetiaan yang ditujukan khusus ke pejuang Hizbullah. Pesan Khamenei ini memunculkan dugaan Khamenei selama ini tidak pernah muncul ke publik karena terluka akibat serangan lawan. Khamenei diduga mengalami patah kaki, mata kirinya terluka, dan beberapa baret di wajahnya.
Adapun AS tetap yakin perang akan segera berakhir dengan kemenangan, paling tidak dalam dua atau tiga pekan ke depan melalui serangan darat dan udara.
Trump yakin kemenangan itu akan diwujudkan tanpa dukungan NATO. Sebagai bentuk kekecewaan atas minimnya dukunngan NATO, Donald Trump mewacanakan akan mundur dari keanggotaan organisasi itu.
Informasii terbaru, pihak Italia menolak mendukung Amerika Serikat. Rakyat Italia juga menolak penggunaan wilayah Sicilia sebagai pangkalan militer untuk AS.(*)








