
GOL TUNGGAL - Gelandang Kerem Akturkoglu mencetak satu-satunya gol bagi Turki untuk mengalahkan Kosovo dan meraih tiket Piala Dunia 2026. (The Sun/Reuters)
Di tempat terpisah, Turki menempuh jalan yang berbeda. Tidak seatraktif Swedia, tapi cukup efektif untuk mengamankan tiket.
Menghadapi Kosovo, Turki menang tipis 1-0 dalam laga yang berlangsung tegang dan serba hati-hati. Di atas kertas, Turki lebih diunggulkan. Di lapangan, mereka dipaksa bekerja sampai melewati satu jam permainan.
Gol baru datang setelah menit ke-60 lewat Kerem Akturkoglu. Satu penyelesaian itu cukup. Turki lalu menjaga keunggulan hingga peluit akhir, meski Kosovo terus memberi perlawanan. Kemenangan tersebut mengantar Turki ke Grup D bersama Amerika Serikat, Paraguay, dan Australia.
Meski skor akhir tipis, Turki tetap menunjukkan kualitas individu yang menjanjikan. Arda Guler dan Kenan Yildiz menjadi dua nama yang memberi warna pada permainan mereka.
Keduanya membawa tempo, imajinasi, dan ancaman dari lini depan. Turki mungkin tak tampil meledak-ledak, namun mereka lolos dengan cara yang paling penting: menang di laga penentuan.
Di pertandingan playoff lain, Republik Ceko juga melaju setelah menyingkirkan Denmark lewat adu penalti. Kedua tim bermain 2-2 hingga perpanjangan waktu.
Denmark sempat menyamakan keadaan melalui gol Joachim Andersen setelah Pavel Sulc membawa Ceko unggul cepat pada menit ketiga.
Ladislav Krejci kemudian nyaris menjadi pahlawan Ceko di babak tambahan sebelum Kasper Hogh mencetak gol balasan pada menit ke-111. Adu penalti menjadi penentu, dan Denmark gagal menahan tekanan.
Dengan hasil itu, peta wakil Eropa untuk Piala Dunia 2026 akhirnya lengkap. Tetapi malam terakhir playoff akan lebih lama diingat bukan karena formalitas daftar peserta, melainkan karena satu fakta yang menggetarkan, Italia, lagi-lagi, tidak ada di Piala Dunia.
Sementara Swedia dan Turki mengambil jalan yang terbuka di saat salah satu raksasa lama justru tersandung di ambang pintu. (*)



-300x168.webp)




