BOSNIA, UNHAS.TV — Italia kembali gagal mencapai putaran final Piala Dunia. Pada laga penentu playoff zona Eropa, Rabu (1/4/2026) dini hari, juara dunia empat kali itu takluk dari Bosnia dan Herzegovina lewat adu penalti setelah bermain 1-1 hingga perpanjangan waktu.
Kekalahan dari Bosnia itu memastikan Italia absen untuk ketiga kalinya secara beruntun dari panggung terbesar sepak bola dunia.
Hasil tersebut menutup malam yang getir bagi Italia, sekaligus melengkapi daftar 16 wakil Eropa untuk Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Di saat Italia terjerembap, Swedia melaju lewat kemenangan dramatis 3-2 atas Polandia, sementara Turki menundukkan Kosovo 1-0 dalam pertandingan yang ketat.
Malam terakhir playoff Eropa itu ditentukan oleh selisih yang tipis. Empat partai penentuan selesai dengan satu gol atau harus dituntaskan lewat adu penalti.
Tak ada kemenangan mudah. Tapi Italia menjadi sorotan utama, bukan karena keberhasilan lolos, melainkan karena mengulang luka lama yang belum juga sembuh sejak 2018.
Bosnia menghukum Italia setelah tim asuhan Gennaro Gattuso gagal mempertahankan keunggulan. Moise Kean sempat membawa Italia memimpin lebih dulu lewat gol di babak pertama. Gol itu semula terlihat cukup untuk mengantar Gli Azzurri melaju.
Namun Bosnia bangkit pada 10 menit terakhir waktu normal. Haris Tabakovic mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-80, memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.
Keunggulan Italia sejak awal ternyata rapuh. Mereka harus bermain lebih dari 80 menit dengan 10 orang setelah bek Alessandro Bastoni dikartu merah sebelum turun minum.
Sejak saat itu, pertandingan pelan-pelan lepas dari kendali. Bosnia menekan, Italia bertahan, dan ketegangan tumbuh sampai akhirnya pertandingan ditentukan dari titik putih.
Dalam adu penalti, Italia runtuh. Pio Esposito melepaskan tendangan melambung ke tribun. Bryan Cristante kemudian menghantam mistar.
Dari kubu Italia, hanya Sandro Tonali yang mampu mencetak gol. Bosnia menang dan lolos ke Grup B bersama Kanada, Qatar, dan Swiss. Sementara Italia pulang dengan wajah tertunduk lesu.
Bagi Italia, ini lebih dari sekadar satu kekalahan. Negara dengan empat gelar juara dunia itu kini absen di tiga edisi beruntun: Rusia 2018, Qatar 2022, dan kini Piala Dunia 2026.
Sejak menjuarai turnamen itu pada 2006, Italia hanya sekali menang di putaran final, yakni saat menghadapi Inggris pada 2014. Statistik itu seperti ironi bagi salah satu bangsa paling bersejarah dalam sepak bola dunia.
Kegagalan ini juga mempermalukan Gattuso, yang belum mampu memutus kutukan panjang Italia di jalur kualifikasi.
Saat lawan bangkit dan tekanan datang, Italia justru kehilangan ketenangan. Mereka unggul, lalu goyah; bertahan, lalu runtuh; berharap pada penalti, lalu gagal.
Cerita Manis Swedia dan Gyokeres
>> Baca Selanjutnya
GAGAL PENALTI - Para pemain Italia tertunduk lesu setelah kalah adu tendangan penalti dari Bosnia, Rabu (1/4/2026) dini hari. Italia gagal lolos piala dunia 3 kali beruntun. (The Sun/AP)







-300x200.webp)
