
LOLOS - Viktor Gyokeres mencetak gol kemenangan Swedia di menit-menit akhir untuk memastikan tiket Piala Dunia 2026. (The Sun/Getty)
Jika Italia menutup malam dengan nestapa, Swedia justru menulis cerita sebaliknya. Di Strawberry Arena, Stockholm, tim asuhan Graham Potter menyingkirkan Polandia 3-2 dalam pertandingan paling hidup di antara seluruh playoff malam itu.
Laga berjalan cepat, terbuka, dan penuh ayunan momentum. Swedia tampil efisien sejak babak pertama. Mereka mencetak dua gol dari dua tembakan tepat sasaran, sebuah angka yang menunjukkan betapa efektifnya serangan tuan rumah.
Namun Polandia tidak menyerah. Mereka mengejar hingga skor imbang 2-2 sebelum laga memasuki satu jam permainan.
Ketika pertandingan tampak bergerak menuju babak tambahan, striker klub Arsenal Viktor Gyokeres muncul sebagai penentu.
Penyerang yang kini menjadi tumpuan lini depan Swedia itu mencetak gol kemenangan pada menit ke-87. Stadion pun meledak.
Gol itu memastikan Swedia kembali ke putaran final dan memberi awal yang nyaris sempurna bagi Graham Potter. Mantan pelatih Liga Primer Inggris itu kini membawa Swedia ke Grup F, yang sudah dihuni Belanda, Jepang, dan Tunisia.
Kemenangan Swedia terasa makin penting karena mereka menghadapi Polandia yang masih diperkuat Robert Lewandowski.
Penyerang veteran Barcelona itu dibuat tak berkutik. Swedia menutup ruang, merapatkan lini belakang, dan tetap berani menyerang.
Gyokeres menjadi pusat cerita, tapi kemenangan itu dibangun juga oleh disiplin kolektif, dengan Anthony Elanga membantu serangan dan Victor Lindelof menjaga pertahanan.
Bagi Polandia, kekalahan ini bisa menjadi penutup satu era. Lewandowski, yang telah lama menjadi wajah utama tim nasional, kembali gagal membawa negaranya melangkah lebih jauh dalam momen penentuan.
Sebaliknya, Swedia datang dengan energi baru, pelatih baru, dan keyakinan bahwa mereka masih layak bersaing di panggung utama.
Turki Tampil Tegang dan Hati-hati
>> Baca Selanjutnya



-300x173.webp)



