MAKASSAR, UNHAS.TV - Zakat fitrah adalah kewahibab untuk setiap umat Islam yang harus ditunaikan sebelum shalat Idul Fitri. Namun, masih banyak yang belum memahami aturan mengenai zakat itu, termasuk soal seberapa besar zakat yang harus dibayar dan kapan waktu terbaik untuk menunaikan.
Sesuai namanya, zakat fitrah ini bertujuan untuk menyucikan diri setelah menjalani puasa Ramadhan dan membantu mereka yang tidak mampu. Seperti di beberapa negara lainnya, termasuk di Indonesia, zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk makanan pokok seperti beras sebanyak 3,5 liter atau setara dengan 2,5 kilogram. Jika dibayarkan dalam bentuk uang, maka jumlahnya harus sesuai dengan harga beras yang dikonsumsii sehari-hari.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Prof Nadjamuddin menekankan pentingnya membayar zakat fitrah tepat waktu. Zakat ini dapat ditunaikan sejak awal Ramadhan namun waktu terbaik adalah beberapa hari sebelum lebaran.
Jika zakat fitrah ini ditunaikan setelah shalat Idul Fitri, maka zakat tersebut hanya dinilai sebagai sedekah saja sehingga wajib zakat ini diberikan kepada yang berhak sebelum azan shalat Idul Fitri dikumandankan.
"Sudah disekapati oleh Kementrian Agama bahwa zakat fitrah itu berdasarkan apa yang kita makan. Kita di Indonesia kan beras. Jangan lain kita makan, lain kita berikan, itu tidak sesuai," kata Ketua Umum MUI Prof Dr KH Nadjamuddin Abd Safa Lc MA kepada Unhas TV.
Zakat makanan pokok yang tidak sesuai dengan apa yang sering dikonsumsi tetap dinilai sah tetapi kurang tepat. Jumlah yang ditetapkan yakni 3,5 liter per orang dan dibagikan kepada yang berhak sebelum shalat Idul Fitri.
"Ini saya liat biasanya panitia-panitia masjid, masih membagikan setelah lebaran. Zakat fitrah harus sebelum lebaran, tidak boleh terlambat kecuali zakat-zakat biasa. Perlu diingatkan panitia-panitia masjid zakat fitrah, pastikan sebelum khutbah," ujarnya.
Prof Nadjamuddin menjelaskan, dengan membayar zakat fitrah sesuai ketentuan, maka umat Islam dapat menyempurnakan ibadah Ramadhan dan berbagi keberkahan kepada sesama.(*)
Andi Putri Najwah (Unhas TV)