Karier
Makassar

Jawab Kebutuhan Industri di Era Digital, Kepala BBPVP Makassar Tekankan Pentingnya Kompetensi

Kepala BBPVP Makassar Nasrun Ilmullah tampil menjadi narasumber pada hari kedua pelaksanaan Makassar Job Fair 2026 di Phinisi Point Mall Makassar, Kamis (20/8/2026). Nasrun menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja dalam menghadapi perubahan dunia industri yang semakin cepat. (Dok BBPVP Makassar)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar, Nasrun Ilmullah SE MM menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja dalam menghadapi perubahan dunia industri yang semakin cepat.

Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber pada hari kedua pelaksanaan Makassar Job Fair 2026 di Phinisi Point Mall Makassar, Kamis (20/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Nasrun membawakan materi bertajuk “Strategi Membangun Kompetensi yang Dibutuhkan Industri” dengan fokus utama menjembatani kompetensi, kesempatan kerja, dan kebutuhan industri.

Menurut Nasrun, perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar terhadap kebutuhan dunia kerja. Saat ini, tenaga kerja dituntut tidak hanya memiliki latar belakang pendidikan, tetapi juga kemampuan yang sesuai dengan perkembangan industri.

“Pekerjaan berubah lebih cepat daripada kurikulum. Karena itu, kita harus peka terhadap perubahan yang terjadi. Digitalisasi dan perkembangan teknologi seperti artificial intelligence (AI) membuat kita harus terus meningkatkan kemampuan agar tetap relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Nasrun.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan yang masih terjadi dalam dunia ketenagakerjaan adalah adanya skill gap atau kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan.

Menurutnya, banyak perusahaan masih membutuhkan tenaga kerja, namun belum seluruhnya dapat terpenuhi karena adanya perbedaan antara kemampuan yang dimiliki pencari kerja dengan keterampilan yang dibutuhkan industri.

“Tidak bisa hanya mengandalkan ijazah. Industri saat ini membutuhkan kompetensi, pengalaman, soft skill, produktivitas, dan kemampuan beradaptasi. Ijazah memang membuka pintu, tetapi kompetensi yang membuat kita diterima,” jelasnya.

Nasrun menyebutkan, terdapat tiga kemampuan utama yang saat ini menjadi kebutuhan industri, yaitu future skill, soft skill, dan technical skill. Ketiganya menjadi bekal penting bagi tenaga kerja agar mampu bersaing di tengah transformasi dunia kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Nasrun juga menjelaskan peran BBPVP Makassar sebagai lembaga pelatihan vokasi yang terus berupaya menjawab kebutuhan industri melalui program pelatihan berbasis kompetensi.

BBPVP Makassar melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja bersama berbagai pihak untuk memastikan pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“BBPVP Makassar hadir untuk menjawab kebutuhan industri. Kami melakukan mapping terkait tenaga kerja yang dibutuhkan agar program pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkap Nasrun.

Ia menambahkan, membangun kompetensi tenaga kerja tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, lembaga pelatihan, dan masyarakat.

“Membangun kompetensi tidak bia sendir, tetapi membutuhkan kolaborasi di dalamnya," katanya. 

Lebih lanjut, Nasrun mengajak para pencari kerja yang mengikuti Makassar Job Fair 2026 untuk tidak berhenti setelah mendapatkan informasi lowongan pekerjaan. Menurutnya, pencari kerja perlu melakukan evaluasi diri dan meningkatkan kemampuan secara berkelanjutan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan, di antaranya mengenali potensi diri, menentukan bidang yang sesuai, mengidentifikasi kesenjangan kompetensi, melakukan peningkatan keterampilan, membangun portofolio, hingga aktif mencari peluang kerja.

Kehadiran BBPVP Makassar dalam Makassar Job Fair 2026 menjadi bentuk komitmen dalam memperkuat hubungan antara dunia pelatihan vokasi, pencari kerja, dan kebutuhan industri. (*)