
Manajemen PSM Makassar menggelar event PSM Fest 2026 jelang bergulirnya kompetetisi Liga 1 Musim 2026-2027 di Pantai Indah Bosowa, Makassar, Minggu (30/8/2026). (YT PSM Makassar)
Sarasehan tidak hanya menjadi forum penyampaian kebijakan klub. Para pendukung juga memperoleh kesempatan untuk menyampaikan kritik, aspirasi, dan harapan secara langsung kepada manajemen.
Mereka menginginkan PSM tampil lebih kompetitif setelah pada musim sebelumnya berada dalam ancaman degradasi.
Jey, seorang penggemar PSM, berharap tim berjulukan Juku Eja tersebut mampu kembali bersaing di papan atas.
Ia menilai pengelolaan klub telah berkembang dibandingkan dengan saat dirinya pertama kali menyaksikan pertandingan PSM pada 2001.
Meski demikian, profesionalisme manajemen dan pencapaian target tim tetap perlu ditingkatkan. “Saya berharap musim ini PSM kembali ke papan atas. Minimal berada di lima besar,” kata Jey.
Ia juga berharap para pemain asing yang baru bergabung berada dalam kondisi bugar ketika PSM menghadapi Persib Bandung pada pertandingan awal kompetisi.

Jey, Fans PSM Makassar. (Unhas TV/Venny Septiani)
Manajemen belum menutup kemungkinan merekrut pemain tambahan. Pendaftaran pemain untuk musim 2026–2027 masih dibuka hingga 23 September 2026. Penambahan pemain akan dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan tim dan hasil evaluasi jajaran pelatih.
Di luar persiapan tim senior, PSM mulai memperkuat sistem pembinaan usia muda. Akademi PSM ditargetkan menjadi pintu masuk pembinaan pesepak bola dari kawasan Indonesia Timur.
Program tersebut diharapkan dapat memperluas pencarian bakat sekaligus menyediakan jalur yang lebih jelas bagi pemain muda menuju tim utama.
Sejumlah mantan pemain PSM yang telah memenuhi persyaratan lisensi kepelatihan turut dilibatkan dalam pengembangan akademi. Mereka tidak hanya bertugas mengajarkan kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai, karakter, dan identitas klub kepada pemain muda.
Keterlibatan mantan pemain dinilai penting untuk menjaga kesinambungan budaya PSM. Melalui pola pembinaan tersebut, manajemen berharap pemain muda memahami bahwa mereka tidak sekadar berlatih untuk menjadi pesepak bola profesional, tetapi juga membawa sejarah serta kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan.
PSM Fest direncanakan menjadi agenda tahunan. Festival itu akan dimanfaatkan sebagai ruang memperkenalkan skuad dan seragam baru sekaligus memperkuat hubungan antara klub, suporter, sponsor, dan pemangku kepentingan lainnya.
Melalui pertemuan terbuka seperti sarasehan, manajemen berharap persoalan klub dapat dibicarakan secara transparan.
Komunikasi yang lebih teratur juga dibutuhkan untuk mencegah kesalahpahaman dan membangun tanggung jawab bersama, terutama setelah sanksi pada musim sebelumnya berdampak langsung terhadap tim dan pendukung.
PSM kini memasuki musim baru dengan pekerjaan yang tidak ringan. Selain memburu prestasi di lapangan, klub harus menyelesaikan persoalan administratif, menjalani hukuman tanpa penonton, memperbaiki hubungan dengan suporter, dan membangun pembinaan pemain muda.
PSM Fest menjadi langkah awal untuk mempertemukan berbagai kepentingan tersebut dalam satu ruang dialog.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)





 Kota Makassar, Dr Helmi Budiman-300x172.webp)


