MAKASSAR, UNHAS.TV – Sebanyak sembilan ilmuwan Universitas Hasanuddin (Unhas) masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists yang diumumkan pada Kamis (8/10/2026).
Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, sekaligus memperkuat posisi Unhas dalam peta penelitian internasional.
Daftar ilmuwan berpengaruh dunia tersebut disusun melalui pemeringkatan berbasis data yang dikembangkan peneliti Stanford University bersama penerbit ilmiah Elsevier.
Penilaian menggunakan indikator publikasi dan sitasi dari basis data Scopus untuk mengukur pengaruh karya ilmiah peneliti dalam bidang keahliannya.
Dalam tiga tahun terakhir, jumlah ilmuwan Unhas yang masuk daftar tersebut menunjukkan tren kenaikan. Pada 2024, sebanyak enam peneliti memperoleh pengakuan. Jumlahnya meningkat menjadi tujuh orang pada 2025 dan kembali bertambah menjadi sembilan orang pada 2026.
Kesembilan ilmuwan itu berasal dari lima fakultas, yakni Fakultas Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, serta Fakultas Kehutanan.
Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian Unhas, Prof Ir Suharman Hamzah ST MT PhD HSE Cert, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan semakin kuatnya pengakuan komunitas akademik internasional terhadap hasil penelitian dosen dan ilmuwan Unhas.
“Peningkatan jumlah ini menunjukkan bahwa pada berbagai bidang keilmuan, semakin banyak ilmuwan Unhas yang memperoleh pengakuan dalam komunitas akademik global," ujarnya.
"Capaian tersebut tidak hanya merepresentasikan kinerja individual, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan visibilitas keilmuan Unhas secara lebih luas,” jelas Suharman.
Menurut dia, pengakuan internasional terhadap peneliti dapat memperbesar peluang kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian di berbagai negara. Kolaborasi tersebut mencakup penelitian bersama, publikasi ilmiah, hingga pengembangan kegiatan akademik lintas institusi.
Suharman menilai reputasi akademik yang semakin kuat juga membuka kesempatan bagi Unhas untuk memperluas hubungan dengan mitra industri. Kerja sama itu diharapkan mampu mendorong pengembangan penelitian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Ketika peneliti dan bidang keilmuan Unhas semakin dikenal dalam jejaring akademik global, peluang untuk membangun kolaborasi juga semakin terbuka,” ujarnya.
Ia menyebut kerja sama internasional tidak hanya memberikan manfaat bagi peneliti. Mahasiswa juga berpeluang memperoleh pengalaman akademik melalui pembimbingan bersama, interaksi dengan ilmuwan luar negeri, serta akses terhadap perkembangan penelitian terbaru.
Rektor Dorong Riset Berdampak bagi Masyarakat
Terpisah Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc, menyambut positif bertambahnya jumlah ilmuwan kampusnya dalam daftar peneliti paling berpengaruh di dunia.
Menurut dia, pencapaian tersebut menunjukkan pengembangan ekosistem penelitian di Unhas mulai memberikan hasil yang terukur.
Jamaluddin mengatakan kebijakan penguatan riset yang diterapkan universitas diarahkan untuk meningkatkan kualitas publikasi, memperluas jaringan akademik, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat.
“Hal ini juga cerminan dari ekosistem akademik dan riset yang terus kita bangun di Unhas. Ke depan, kami ingin semakin banyak peneliti Unhas yang mampu menghasilkan publikasi berkualitas, memperluas kolaborasi dengan mitra internasional, dan mengembangkan inovasi yang berdampak bagi pembangunan,” katanya.
Namun, Jamaluddin mengingatkan bahwa keberhasilan penelitian tidak boleh berhenti pada jumlah publikasi maupun tingginya sitasi. Hasil penelitian, menurut dia, perlu memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan nasional.
Ia berharap pengakuan internasional tersebut menjadi dorongan bagi peneliti muda Unhas untuk meningkatkan produktivitas ilmiah dengan tetap menjaga integritas akademik.
“Unhas akan dan harus terus tumbuh sebagai universitas riset yang berdaya saing global, berakar pada kebutuhan bangsa, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, sembilan ilmuwan yang masuk dalam daftar tersebut memiliki latar belakang keilmuan beragam. Dari Fakultas Farmasi terdapat Prof. Firzan Nainu, Prof. Andi Dian Permana, dan Nurhasni Hasan.
Fakultas MIPA menyumbangkan tiga nama, yakni Prof. Dahlang Tahir, Prof. Mawardi Bahri, dan Dr. Heryanto. Adapun Fakultas Teknologi Pertanian diwakili Prof. Andi Dirpan.
Dua ilmuwan lainnya adalah Prof. Rohani Ambo Rappe dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan serta Prof. Muhammad Alif K. Sahide dari Fakultas Kehutanan.
Keberagaman bidang penelitian tersebut memperlihatkan bahwa pengakuan internasional terhadap ilmuwan Unhas tidak terkonsentrasi pada satu disiplin ilmu.
Penelitian di bidang kesehatan, sains, pertanian, kelautan, dan kehutanan turut berkontribusi terhadap capaian universitas.
Pemeringkatan World’s Top 2% Scientists menggunakan sejumlah indikator bibliometrik yang mempertimbangkan pengaruh publikasi, jumlah sitasi, serta kontribusi kepengarangan. Pendekatan ini memungkinkan perbandingan kinerja ilmiah berdasarkan karakteristik disiplin penelitian.
Bagi Unhas, peningkatan jumlah peneliti dalam daftar itu menjadi salah satu indikator perkembangan reputasi akademik internasional.
Meski demikian, pimpinan universitas menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kualitas penelitian serta memastikan hasilnya dapat dimanfaatkan secara nyata.
Dengan bertambahnya ilmuwan yang memperoleh pengakuan global, Unhas menargetkan penguatan kolaborasi riset, peningkatan kapasitas peneliti, dan pengembangan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan di tingkat daerah maupun nasional. (*)
Daftar Sembilan ilmuwan Unhas sebagai Peneliti Berpengaruh Dunia
1. Prof. Firzan Nainu, S.Si., M.Biomed.Sc., Ph.D., Apt. (Fakultas Farmasi)
2. Prof. Dr. Dahlang Tahir, S.Si., M.Si. (Fakultas MIPA)
3. Prof. Andi Dian Permana, S.Si., M.Si., Ph.D., Apt. (Fakultas Farmasi)
4. Prof. Dr. Eng. Mawardi Bahri, M.Si. (Fakultas MIPA)
5. Prof. Ir. Andi Dirpan, S.TP., M.Si., Ph.D. (Fakultas Teknologi Pertanian)
6. Dr. Heryanto, S.Si., M.Si. (Fakultas MIPA)
7. Nurhasni Hasan, S.Si., M.Si., M.Pharm.Sc., Ph.D., Apt. (Fakultas Farmasi)
8. Prof. Dr. Ir. Rohani Ambo Rappe, M.Si. (Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan)
9. Prof. Dr. Muhammad Alif K. Sahide, S.Hut., M.Si. (Fakultas Kehutanan)
WORLD SCIENTIST - Sembilan ilmuwan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar masuk daftar World’s Top 2% Scientists yang diumumkan pada Kamis, 8 Oktober 2026. Pengakuan internasional ini diperoleh melalui penilaian kinerja publikasi dan sitasi ilmiah berbasis data Scopus secara global. (Dok Humas Unhas)








