
INSPIRASI - Playmaker Timnas Inggris Jude Bellingham menginspirasi kemenangan 2-0 Inggris atas Panama, Minggu (28/6/2026) pagi. (Screenshot The Sun)
Marcus Rashford, yang tidak dimainkan dalam dua laga awal, menjadi salah satu pemain paling aktif. Ia beberapa kali menusuk dari sisi kiri dan melepaskan tembakan berbahaya.
Peluang terbaik Rashford pada babak pertama datang lewat tendangan kaki kanan dari luar kotak penalti. Kiper Panama, Orlando Mosquera, masih mampu menepis bola.
Saka juga mendapat peluang setelah menerima umpan panjang Bellingham. Namun tembakannya belum cukup menyulitkan Mosquera.
Di sisi lain, lini belakang Inggris tidak sepenuhnya tenang. Jordan Pickford harus menepis tembakan keras Jose Luis Rodriguez setelah jeda minum.
Elliot Anderson tampak kurang nyaman bermain sebagai gelandang jangkar tunggal. Beberapa kali koordinasi Inggris terlihat rapuh, terutama saat Panama menyerang dari sisi sayap.
Masalah Inggris bertambah ketika Jarell Quansah mengalami cedera setelah benturan dengan Rodriguez. Ia harus keluar lapangan, membuat stok bek kanan Inggris makin menipis.
Djed Spence kemudian masuk menggantikannya. Dengan kondisi itu, Spence menjadi satu-satunya bek kanan yang benar-benar fit dalam skuad.
Meski menang, Inggris belum menunjukkan penampilan meyakinkan seperti saat mengalahkan Kroasia di Dallas. Laga ini lebih mirip pertandingan sulit melawan Ghana di Boston.
Tuchel sempat menarik Saka setelah sang pemain mengirim sepak pojok yang berujung gol Bellingham. Noni Madueke masuk untuk menyegarkan sisi serang.
Setelah gol kedua, Tuchel juga memberi waktu bermain kepada Eberechi Eze dan mengistirahatkan Bellingham.
Inggris menyelesaikan tugas pertama: lolos sebagai juara grup. Tetapi untuk menjadi kandidat serius juara dunia, mereka harus bermain jauh lebih tajam saat fase gugur dimulai. (*)







