Sport

Kane dan Tuchel Pimpin Skuad Inggris Tiba di Amerika untuk Kamp Latihan Piala Dunia



MASUK HOTEL - Pelatih Inggris Thomas Tuchel tersenyum lebar saat memimpin tim memasuki hotel mereka di West Palm Beach, Miami, Florida, Amerika Serikat, Senin (1/6/2026) sore. (Screenshot The Sun)


Sebagian pemain Inggris disebut telah lebih dulu berlibur di Amerika Serikat atau kawasan Karibia. Tuchel sebelumnya menyarankan sejumlah pemain beristirahat di wilayah dengan zona waktu yang mirip. Tujuannya agar adaptasi tubuh berlangsung lebih awal sebelum kamp resmi dimulai.

Marcus Rashford menjadi salah satu pemain yang sudah berada di Miami. Penyerang yang menjalani musim sebagai pemain pinjaman Barcelona dari Manchester United itu berlatih di fasilitas Inter Miami.

Klub Major League Soccer tersebut juga menjadi tempat Lionel Messi beraktivitas. Rashford mengunggah foto latihan di media sosial dengan keterangan singkat: “Prepared.”

Langkah Inggris berangkat lebih awal menunjukkan perubahan pola persiapan. Mereka ingin memiliki waktu latihan lebih panjang dibanding sejumlah peserta lain.

Tuchel menilai waktu adaptasi menjadi faktor penting karena Piala Dunia kali ini menghadirkan tantangan jarak, cuaca, dan kemungkinan perbedaan ketinggian tempat, termasuk bila Inggris bermain di Meksiko.

Meski begitu, Tuchel belum bisa langsung memimpin skuad lengkap. Beberapa pemain masih diberi waktu tambahan untuk memulihkan kondisi setelah tampil di final kompetisi Eropa bersama klub masing-masing.

Eberechi Eze, Bukayo Saka, Noni Madueke, Declan Rice, dan kiper Crystal Palace Dean Henderson termasuk pemain yang belum bergabung sejak awal.

Untuk menjaga intensitas latihan, Inggris membawa sejumlah pemain tambahan. Alex Scott dari Bournemouth, Josh King dari Fulham, Rio Ngumoha dari Liverpool, dan Ethan Nwaneri dari Arsenal akan membantu sesi latihan skuad utama. Kiper Brighton, Jason Steele, juga dijadwalkan bergabung.

Selain urusan teknis, Inggris juga mengatur suasana non-lapangan. Keluarga dan pasangan pemain akan menyusul ke Amerika Serikat dalam beberapa hari mendatang.

Mereka tidak diberi akses ke area privat tim, tetapi dapat bertemu pemain dalam acara keluarga yang lebih santai. Kebijakan ini diambil agar pemain tetap tenang dan merasa dekat dengan keluarga selama menjalani persiapan panjang.

Pendukung Inggris juga mulai berdatangan ke Amerika Serikat. Kepolisian memperkirakan 12 ribu hingga 15 ribu suporter akan hadir dalam setiap pertandingan Inggris di fase awal.

Sebagian dari mereka bahkan disebut belum memiliki tiket, tetapi tetap melakukan perjalanan untuk mendukung tim nasional.

Inggris datang dengan status salah satu kandidat kuat juara. Tekanan publik tetap besar karena generasi ini dianggap memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi.

Tuchel kini membawa beban besar itu ke Florida. Dari kamp latihan panas dan lembap di Amerika, Inggris memulai langkah baru untuk mengejar gelar dunia kedua. (*)