Kesehatan
Unhas Sehat

Kapan Waktu yang Tepat Menggunakan Kompres Panas dan Dingin?

UNHAS.TV - Cedera seperti terkilir, memar, atau nyeri otot adalah hal yang umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu metode pertolongan pertama yang sering digunakan adalah terapi kompres.

Namun, masih banyak orang yang bingung kapan harus menggunakan kompres dingin dan kapan sebaiknya beralih ke kompres panas.

Memahami waktu yang tepat dalam menerapkan kedua terapi ini sangat penting untuk mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut.

Kepala Departemen Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Fakultas Kedokteran Unhas, Dr. dr. Husnul Mubarak, Sp.KFR., NM(K)., FEMG., menjelaskan bahwa pemilihan waktu terapi panas harus disesuaikan dengan tahapan pemulihan tubuh.

"Ketika proses inflamasi masih terjadi, maka jawabannya adalah kompres dingin. Setelah tidak ada tanda-tanda inflamasi, misalnya di minggu ketiga, kompres hangat mulai bisa dilakukan," jelasnya.

Terapi panas dan terapi dingin merupakan dua metode yang memiliki fungsi berbeda dalam menangani cedera dan nyeri otot.

Terapi dingin umumnya digunakan dalam fase awal cedera untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan, sementara terapi panas lebih cocok untuk mengendurkan otot yang tegang dan meningkatkan aliran darah ke area yang mengalami cedera.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sports Science & Medicine, terapi dingin efektif dalam mengurangi inflamasi akut yang terjadi dalam 24 hingga 72 jam pertama setelah cedera.

Terapi ini bekerja dengan cara menyempitkan pembuluh darah (vasokonstriksi), yang membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri di sekitar area yang cedera.


Kapan Harus Menggunakan Terapi Dingin?

>> Baca Selanjutnya