UNHAS.TV - Pihak Lovely Professional University (LPU), salah satu universitas swasta terbesar di India, telah menangguhkan kegiatan perkuliahan setelah munculnya tuduhan yang belum terverifikasi mengenai pemerkosaan seorang mahasiswi di kampus.
Meskipun pihak universitas secara tegas membantah tuduhan tersebut, namun kepolisian setempat menyatakan telah mencatat laporan kasus ini dan sedang berupaya memverifikasi apakah dugaan pemerkosaan di kampus itu pada pekan lalu itu benar-benar terjadi.
Polisi menyebutkan bahwa belum ada mahasiswi yang melapor sebagai korban kekerasan, penyidik belum berhasil mengidentifikasi korban maupun pelaku, dan rekaman CCTV yang telah diperiksa sejauh ini tidak menunjukkan adanya bukti serangan.
Namun, rumor yang beredar di grup WhatsApp mahasiswa memicu kerusuhan selama akhir pekan di universitas seluas 240 hektar di Punjab tersebut, yang memiliki mahasiswa dari berbagai penjuru India maupun luar negeri.
Sebagian besar fasilitas kampus rusak parah oleh tindakan mahasiswa dan warga sekitar kampus. Bangku-bangku taman dibuang, komputer dan mobil kampus dihancurkan. Dinding kaca kampus pecah oleh lemparan batu. Toko-toko di dalam kampus dijarah. Bahkan satu bangkai pesawat Mig yang dipajang di halaman kampus dirusak dan dibakar.
Gambar dan video memperlihatkan kendaraan yang terbakar, kerumunan massa yang memadati jalan raya utama, serta polisi yang menggunakan tongkat pemukul saat kerusuhan meluas hingga ke luar gerbang universitas.
Mahasiswa dan warga yang marah memudian memasang palang di Jalan Tol Nasional 44 yang merupakan jalur penting transportasi yang menghubungkan daerah Delhi dan Punjabi. Mereka menghalangi arus lalu lintas selama 15 jam.
Sebagian besar mahasiswa yang tinggal di asrama kampus kemudian melarikan diri karena khawatir akan jadi sasaran kemarahan. Mereka tidak peduli lagi dengan keselamatan isi kamar mereka.
Sebagaimana dikutip dari CNN, pihak universitas menyatakan bahwa klaim yang beredar di media sosial itu tidak benar dan tidak berdasar, namun pernyataan tersebut tidak banyak menenangkan para mahasiswa.
Informasi yang diterima mahasiswa dan juga yang disebarkan oleh media setempat menyebutkan bahwa pelaku pemerkosaan diduga merupakan tukang pipa, tukang cat, atau pekerja konstruksi yang sedang bekerja di kampus itu. Tindakan kekerasan seksual ini dilakukan di dekat hotel milik kampus.
Mahasiswa meyakini kejadian ini terjadi pada 23 September dan telah dilaporkan ke pihak kampus namun pimpinan universitas dinilai abai atas laporan itu. Akhirnya, kekecewaan itu makin meluas karena telah tersebar ke grup-grup WhatsAppa mahasiswa.
Lovely Professional University didirikan pada tahun 2005 oleh sebuah keluarga yang bisnis awalnya berupa toko manisan kecil. Kini, LPU telah berkembang menjadi kawasan mandiri yang dilengkapi asrama dan ruang kuliah, tempat ribuan anak muda tinggal di dalam kampus.(*)
RUSAK - Kampus LPU yang dirusak massa yang marah akibat informasi yang beredar di WhatsApp bahwa telah terjadi kekerasan seksual di dalam kampus. Foto: X







-300x169.webp)
