MAKASSAR, UNHAS.TV - Harga minyak mentah dunia sempat menurun pada hari ini di pasar Asia setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan harapan agar tercapai kesepakatan penghentian perang dengan Iran.
Trump menyatakan, pihaknya akan menghentikan sementara Project Freedom demi menurunkan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Project Freedom adalah upaya Trump untuk memandu kapal-kapal minyak keluar dari Selat Hormuz.
Trump pemyebutkan, Project Freedom berhasil membebaskan 2.000 kapal yang terjebak di Selat Hormuz dan mendapatkan banyak pengakuan dari berbagai negara. Namun langkah Trump ini justru memicu ketegangan setelah Iran menembaki kapal-kapal yang dikawal oleh AS. Akibatnya, harga minyak mentah langsung naik 6 persen.
Namun, pada perdagangan hari ini, minyak mentah jenis Brent, turun 1,7% menjadi $108 per barel, sedangkan jenis US-traded turun 1,6% menjadi $100,60.
Kendati turun, sebenarnya harga minyak mentah tetap naik dibanding pada 28 Februari lalu saat pertama kali terjadi perang antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat.
Terkait dengan penghentian sementara Project Freedom, Trump mengatakan sedang menunggu kesepakatan akhir dengan pihak Iran. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa serangan Amerika dan Israel ke Iran sudah mereda.
"Kami lebih suka pilih jalur damai. Presiden lebih menyukai kesepakatan," kata Rubio.
Iran tidak menanggapi pernyataan Marc Rubio dan Donald Trump. Sebelumnya, juru bicara parlemen Iran, Mohammad Ghalibaf, mengatakan, "Kami sangat tahu bahwa kelanjutan status quo sangat tidak bisa diterima oleh Amerika, namun kami baru saja memulai," katanya.
Ghalibaf bahkan sangat yakin, upaya Trump menghentikan sementara Project Freedom adalah bukti bahwa Amerika Serikat menyatakan kalah dalam peperangan itu.(*)
undefined


-300x200.webp)





