MAKASSAR, UNHAS.TV - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggandeng Universitas Hasanuddin menggelar Bursa Wirausaha Unggulan di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem kewirausahaan, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan calon wirausahawan muda.
Program Bursa Wirausaha Unggulan merupakan rangkaian kegiatan Kementerian UMKM yang digelar di sejumlah perguruan tinggi sepanjang 2026.
Program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha melalui proses inkubasi dan pendampingan secara sistematis sebelum pelaku usaha memasuki pasar yang lebih luas.
Di Makassar, kegiatan ini diikuti sekitar seribu pelaku usaha mikro dan usaha pemula. Sebanyak 14 mitra turut terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk lima perguruan tinggi dengan Universitas Hasanuddin sebagai tuan rumah penyelenggaraan.
Berbagai agenda digelar dalam kegiatan tersebut, mulai dari business matching, pameran produk atau expo, business pitching, inspiration talk, hingga sosialisasi dan pendampingan usaha.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan akad Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara massal yang disaksikan langsung Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Menurut Maman, penguatan kewirausahaan menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Perguruan tinggi, kata dia, memiliki posisi penting karena menjadi tempat lahirnya generasi muda yang memiliki kemampuan dan minat berwirausaha.
“Salah satu solusi mendorong percepatan ekonomi negara adalah mendorong lahirnya wirausahawan. Kampus menjadi salah satu kunci karena banyak anak muda yang bisa didorong untuk menjadi pengusaha,” ujar Maman.
Ia menyebut Sulawesi Selatan memiliki potensi besar dalam melahirkan pelaku usaha baru. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dinilai penting untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih kuat.
Dalam kesempatan tersebut, Maman juga menyampaikan perkembangan penyaluran KUR di Sulawesi Selatan. Hingga saat ini, nilai penyaluran KUR di wilayah tersebut mencapai sekitar Rp12,5 triliun dengan jumlah debitur sekitar 189 ribu orang.
Dari total penyaluran tersebut, sekitar 73 persen diarahkan ke sektor produksi. Angka itu berada di atas target pemerintah yang menetapkan minimal 65 persen penyaluran KUR untuk sektor produktif.
Menurut Maman, capaian tersebut menunjukkan tingginya aktivitas usaha produktif di Sulawesi Selatan. Namun, ia mengingatkan agar proses penyaluran KUR tetap mengikuti aturan yang berlaku.
Pemerintah menegaskan bahwa pinjaman KUR dengan nilai Rp1 juta hingga Rp100 juta tidak boleh menggunakan agunan. Sementara pinjaman di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta dapat menggunakan agunan sesuai ketentuan perbankan.
“Secara aturan, pinjaman KUR dari Rp1 juta sampai Rp100 juta tidak boleh dimintakan tanggungan. Di atas Rp100 juta sampai Rp500 juta perlu ada agunan. Temuan di lapangan masih ada oknum yang meminta agunan, dan itu terus kami sosialisasikan serta tindak,” kata Maman.
Rasio Wirausaha Jadi Tantangan Ekonomi Nasional
Maman mengatakan rasio kewirausahaan Indonesia saat ini masih berada di angka 3,2 persen. Di sisi lain, jumlah pengangguran nasional masih mencapai sekitar tujuh juta orang.
Menurut dia, peningkatan jumlah wirausahawan menjadi salah satu kunci untuk memperluas lapangan kerja dan memperkuat pertumbuhan ekonomi. Pemerintah berharap semakin banyak generasi muda yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Kementerian UMKM bersama Universitas Hasanuddin menandatangani perjanjian kerja sama mengenai inkubasi berbasis komunitas di bidang kewirausahaan.
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan UMKM melalui peningkatan kapasitas, pendampingan usaha, serta pembinaan wirausahawan muda.
Universitas Hasanuddin diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pengembangan kewirausahaan yang mampu menghubungkan mahasiswa, pelaku usaha pemula, dunia industri, serta lembaga pembiayaan.
Melalui program inkubasi tersebut, pemerintah berharap usaha mikro dan wirausaha baru tidak berhenti pada tahap memulai bisnis, tetapi mampu berkembang secara berkelanjutan dan memiliki daya saing.
Kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan menjadi salah satu upaya mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem usaha, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, perbankan, hingga pelaku UMKM. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat munculnya pengusaha muda baru dari Sulawesi Selatan.
(Zulkarnaen Jumar Taufik / Delvy / Unhas TV)
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan di Universitas Hasanuddin, Makassar, untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan bagi pelaku usaha mikro dan wirausahawan muda, Selasa (14/9/2026). Program ini menghadirkan inkubasi dan pendampingan bisnis. (Unhas TV / Delvy)








