Tahukah Kamu?

Kemiskinan dan Kriminalitas, Sosiolog Unhas: Sebuah Lingkaran yang Harus Diputus

UNHAS.TV – Hubungan antara kemiskinan dan kriminalitas telah lama menjadi perhatian para akademisi dan pengambil kebijakan.

Berbagai studi menunjukkan bahwa tekanan ekonomi sering kali menjadi pemicu utama seseorang melakukan tindakan kriminal. Semakin tinggi tingkat kemiskinan di suatu daerah, semakin besar pula kemungkinan angka kejahatan meningkat.

Dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin, Hariashari Rahim, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa kondisi ekonomi yang buruk memiliki korelasi langsung dengan tingkat kriminalitas di Indonesia.

“Kemiskinan yang tak teratasi membuat individu merasa terpojok dan terpaksa mencari cara instan untuk bertahan hidup, termasuk melakukan kejahatan,” jelasnya dalam siniar di Unhas.TV, Maret 2025 lalu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 23 juta jiwa.

Di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi, angka kriminalitas juga cenderung lebih besar, terutama di kawasan padat penduduk dengan kondisi ekonomi yang kurang stabil.

Beberapa faktor lain seperti tingkat pendidikan, lingkungan keluarga, serta keterbatasan lapangan kerja juga berkontribusi terhadap peningkatan kriminalitas.

Faktor-faktor ini menciptakan siklus yang sulit diputus, di mana kemiskinan memicu kejahatan, sementara catatan kriminal menghambat akses individu untuk keluar dari kemiskinan.

Solusi yang dibutuhkan, kata Hariashari di antaranya pendidikan dan kesehatan gratis dari pemerintah. Mengingat kompleksitas permasalahan ini, solusi yang ditawarkan tidak bisa bersifat sementara.

"Pemerintah perlu memberikan akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan layanan kesehatan gratis sebagai langkah awal dalam mengentaskan kemiskinan," ujarnya.

Pendidikan gratis akan memastikan bahwa anak-anak dari keluarga miskin tetap mendapatkan akses ke ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dapat meningkatkan taraf hidup mereka di masa depan.

“Pendidikan yang baik akan membuka peluang kerja yang lebih luas, sehingga individu tidak harus beralih ke tindakan kriminal untuk bertahan hidup,” ujar Hariashari Rahim.

Selain itu, akses kesehatan yang lebih baik juga sangat penting, karena individu yang sehat lebih produktif dan mampu bekerja dengan optimal untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Pemberdayaan Ekonomi untuk Masyarakat Rentan

>> Baca Selanjutnya