Internasional

Kesaksian Alumnus Unhas di Paris: Penjarahan dan Demonstrasi Berhenti tapi Kemarahan Belum Sirna

undefined

UNHAS.TV - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan "ketenangan dan ketertiban" setelah demonstrasi besar-besaran berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan dan beberapa kekacauan berlanjut di Paris, Prancis.

Dalam pidato nasional dari Istana Élysée, Macron meminta kepada siapa saja untuk tidak "meningkatkan kekerasan", meski ia memahami kejengkelan warga terhadap situasi di negeri itu.

Unjuk rasa besar-besaran di Kota Paris mencapai puncaknya pada Sabtu dan Minggu waktu setempat. Sebanyak 550 ribu demonstran turun ke jalan untuk melakukan protes terhadap kenaikan harga bahan bakar, biaya hidup, pajak, dan memburuknya layanan publik, termasuk sekolah. Kementerian Dalam Negeri Prancis menyebutkan, polisi telah menangkap sekitar 2.400 orang.

Kelompok-kelompok perusuh, beberapa di antaranya berpakaian hitam dan mengenakan topeng serta penutup wajah, juga turun ke jalan di Paris, Marseille, dan kota-kota lainnya, dengan beberapa di antaranya membakar mobil dan bangunan.

Di Limoges, balai kota abad ke-19 yang berusia lebih dari 140 tahun, hancur akibat kebakaran yang dimulai oleh perusuh pada hari Sabtu, menara jam dan atapnya runtuh dan api menjalar. Kerusuhan di hari Minggu di seluruh negeri menjadi salah satu kerusuhan terburuk dalam sejarah modern Prancis.

Anny Rahimah yang belasan tahun tinggal di Paris menjadi saksi betapa marah warga Prancis mengenai situasi di negeri itu yang diliputi ketidakpastian ekonomi. Ia melihat secara langsung sejumlah pertokoan dirusak dan dijarah. 

"Kasihan sekali, akibat demonstrasi, banyak pihak yang dirugikan terutama bidang commerce. Restoran banyak yang rusak. Pengunjuk rasa sudah kelewatan," kata Anny Rahimah, alumnus Sastra Prancis Universitas Hasanuddin, kepada Unhas TV. 

Anny yang pernah bekerja di media cetak di Makassar, memahami kemarahan warga kepada pemerintah. "Semuanya serba mahal. Pajak gila-gilaan. Wajar kalau mereka marah. Saya pun marah. Biaya hidup makin tinggi," tambahnya.

Setelah penjarahan dan perusakan, situasi di Kota Paris dan sejumlah daerah lainnya di wilayah Prancis berangsur-angsur membaik. Demonstrasi, perusakan, dan penjarahan secara perlahan sudah mulai tidak terlihat.

Anny menyempatkan merekam situasi terkini di Jalan Etienne Marcel, Paris, Senin pagi. Sampah terlihat berserakan, asap masih terlihat dari sisa kebakaran, pecahan kaca berserakan di sejumlah pertokoan. 

Unjuk rasa memang mulai reda di sejumlah wilayah di Prancis tapi tidak ada jaminan ini akan bertahan lama. Warga masih menyisakan amarahnya yang bisa ditumpahkan jika pemerintah kembali keliru memahami keresahan warga.(*)