Sosial
Sulsel

Keteguhan Iman dan Persatuan Jadi Pesan Kutbah Salat Idulfitri Komunitas An-Nadzir

MEMAAFKAN - Komunitas Jamaah An Nadzir mengadakan silaturahmi dengan saling maaf-memaafkan usai Salat Idulfitri di Masjid Baitul Muqaddis, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat, 20 Maret 2026. (Unhas TV/Muh Saiful)

GOWA, UNHAS.TV - Khotbah Idul Fitri jamaah An-Nadzir di Masjid Baitul Muqaddis, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (20/3/2026), menekankan dua pesan utama: keteguhan iman dan pentingnya menjaga persatuan.

Pesan tersebut disampaikan Khatib Pimpinan Jamaah An-Nadzir, Ustaz Samiruddin Pademmui sebagai refleksi setelah jamaah menjalani ibadah Ramadan selama sebulan penuh.

Dalam khotbahnya, jamaah diingatkan agar nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama Ramadan tidak berhenti setelah bulan puasa berakhir. Keteguhan iman, menurut isi khotbah, mesti terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam sikap pribadi maupun dalam relasi sosial.

Selain soal keimanan, khotbah juga memberi penekanan pada pentingnya merawat kebersamaan. Jamaah diajak menjaga persatuan, tidak hanya di lingkungan internal komunitas An-Nadzir, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat yang lebih luas.

Seruan itu disampaikan di tengah kenyataan bahwa perbedaan pandangan dan latar belakang merupakan bagian dari kehidupan sosial yang tak terhindarkan.

Ustaz Samiruddin Pademmui, mengatakan harapannya agar para jamaah tetap istiqamah dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih matang.

“Alhamdulillah kita berharap mudah-mudahan para sahabat senantiasa istiqamah, diberikan semakin dewasa, semakin bijak, terbuka wawasan, kemudian bisa An-Nadzir lebih baik dan berkembang ke depannya, insya Allah,” ujarnya.

Pesan itu sekaligus menegaskan bahwa Idul Fitri bukan semata perayaan penutup Ramadan, melainkan momentum untuk menjaga kualitas keimanan sekaligus memperkuat harmoni sosial.

Sikap dewasa, bijaksana, dan terbuka terhadap perbedaan disebut menjadi bekal penting bagi jamaah dalam menjalani kehidupan setelah Ramadan.

Melalui khotbah tersebut, jamaah An-Nadzir diharapkan tidak hanya mempertahankan semangat ibadah, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan peran sosial mereka di tengah masyarakat.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)