Makassar
News
Sosial

Makassar Jadi Sorotan Katadata dalam Pemetaan Ekosistem Lari Nasional Tahun 2026

Heri Susanto Co-founder dan Chief Content Officer (CCO) Katadata. (Unhas TV/Zahra Tsabita)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Katadata menyelenggarakan focus group discussion atau FGD di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar, Kamis (2/4/2026), sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Sports Running Summit & Expo 2026.

Diskusi itu membahas tren, tantangan, dan peluang pengembangan olahraga lari di Indonesia, sekaligus memetakan posisi Makassar dalam pertumbuhan ekosistem lari nasional.

Kegiatan ini menjadi forum ketiga setelah agenda serupa digelar di Jakarta dan Bali. Sejumlah pemangku kepentingan hadir dalam diskusi tersebut, mulai dari komunitas lari, penyelenggara event, brand dan perusahaan, perwakilan pemerintah pusat dan daerah, hingga media.

Co-founder sekaligus Chief Content Officer Katadata, Heri Susanto, mengatakan olahraga lari dalam satu dekade terakhir mengalami perubahan signifikan di Indonesia.

Menurut dia, lari tak lagi semata ditempatkan sebagai cabang olahraga prestasi, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban.

“Dalam satu dekade terakhir, olahraga lari di Indonesia mengalami transformasi signifikan. Tidak hanya sebagai cabang olahraga prestasi, lari kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat,” kata Heri dalam diskusi tersebut.

Namun, menurut dia, pertumbuhan itu belum sepenuhnya tanpa persoalan. Sejumlah tantangan masih membayangi perkembangan olahraga lari, antara lain keberlanjutan event, kesejahteraan pelari, serta kemampuan ekosistem olahraga beradaptasi dengan perkembangan teknologi setelah pandemi.

Heri menilai FGD di Makassar menunjukkan karakter yang berbeda dibandingkan dua kota sebelumnya. Ia melihat ekosistem lari di Makassar telah mulai tumbuh, begitu pula dengan penyelenggaraan berbagai event lari.

Meski demikian, ia menilai kota ini masih menghadapi tantangan untuk naik kelas sebagai tuan rumah ajang lari yang lebih besar.

Menurut Heri, hingga kini Makassar dinilai baru sanggup menggelar event hingga kategori half marathon. Untuk mencapai level marathon penuh, kata dia, dibutuhkan dukungan yang lebih solid dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, komunitas, penyelenggara, dan lembaga olahraga.

Ia mengatakan, pembicaraan antarpemangku kepentingan perlu diperkuat jika Makassar ingin menjadi ikon event lari tingkat nasional, bahkan internasional. Harapan itu, ujar Heri, juga muncul dari sejumlah peserta diskusi, termasuk unsur diaspora dan KONI.

Katadata berharap dari forum ini lahir ekosistem lari yang lebih terintegrasi dan saling mendukung di Makassar. Penguatan ekosistem tersebut dinilai penting bukan hanya untuk mendorong gaya hidup sehat, melainkan juga membuka dampak ekonomi yang lebih luas.

FGD di Makassar juga menjadi bagian dari penyusunan Indonesia Sports Outlook 2026, yang diharapkan menjadi landasan strategis berbasis data bagi pengembangan ekosistem olahraga nasional.

(Zahra Tsabita Sucheng / Unhas TV)