News

Ketua IKA FISIP Unhas Lantik Pengurus IKAPOL, Usung Semangat Satu Alumni Satu Jejaring

undefined

MAKASSAR, UNHAS.TV - Pengurus Ikatan Alumni Ilmu Politik (IKAPOL) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin resmi dikukuhkan di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 16 No. 2, Makassar, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Satu Alumni Satu Jejaring, Satu Pengabdian untuk Bangsa” tersebut dihadiri alumni dari berbagai angkatan dan daerah. Sejumlah alumni bahkan datang dari luar Sulawesi, termasuk Kalimantan dan Papua, untuk mengikuti agenda pengukuhan dan rapat kerja organisasi.

Prosesi pelantikan dipimpin oleh Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) FISIP Unhas, Dr. Andi Fahsar Padjalangi. Dalam kesempatan tersebut, Fahsar juga menyerahkan pataka organisasi kepada Ketua Umum IKAPOL, Dr. Andi Taletting Langi, S.H., S.I.P., M.Si., M.Phil.

Pataka kemudian dikibarkan secara simbolis oleh Andi Taletting Langi sebagai penanda dimulainya masa kepengurusan baru.

Alumni Ilmu Politik Unhas tersebut saat ini menjabat sebagai Direktur Badan Usaha Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum Republik Indonesia, salah satu jabatan strategis yang membidangi layanan administrasi badan usaha dan badan hukum di Indonesia.

Susunan pengurus inti IKAPOL yang dilantik terdiri atas Ketua Umum Dr. Andi Taletting Langi, S.H., S.I.P., M.Si., M.Phil., Ketua Harian Zulhajar, S.IP., M.A., Sekretaris Umum Anjas Husain, S.IP., Wakil Sekretaris Umum Muhammad Randhy Akbar, S.IP., M.Si., Bendahara Umum Andi Anna Rahayu, S.IP., M.Si., serta Wakil Bendahara Umum Andi Mulyana Arlan, S.IP.

Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum IKAPOL, Andi Taletting menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan momentum memperkuat persaudaraan dan jejaring alumni Ilmu Politik Universitas Hasanuddin.



“Hari ini bukan sekadar pelantikan. Hari ini adalah perayaan persaudaraan. Ada yang lulus ketika Facebook masih berjaya. Ada yang lulus ketika Instagram mulai menjadi tren. Tetapi ada satu hal yang tidak berubah, yakni kita semua adalah alumni Ilmu Politik Universitas Hasanuddin,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh alumni pernah mengalami proses akademik yang sama, mulai dari bergelut dengan teori-teori politik hingga menyusun skripsi dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan kebangsaan.

“Kita pernah dipusingkan oleh teori politik yang sama. Kita pernah begadang menyusun skripsi yang sama. Sebagian besar dari kita pernah berdebat seolah akan menjadi presiden. Itu yang menyatukan kita semua,” katanya.

Andi Taletting menjelaskan bahwa tema yang diusung lahir dari kesadaran bahwa organisasi alumni tidak boleh berhenti pada nostalgia semata, tetapi harus berkembang menjadi kekuatan intelektual dan kolaboratif yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada sekat antargenerasi maupun wilayah dalam tubuh IKAPOL.

“Tidak ada sekat angkatan. Tidak ada alumni pusat atau alumni daerah. Hanya ada satu identitas, yakni alumni Ilmu Politik Universitas Hasanuddin,” tegasnya.

Menurutnya, alumni Ilmu Politik Unhas memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi bagi bangsa apabila seluruh anggotanya terkoneksi dalam satu jejaring yang kuat.

“Alumni Politik Unhas harus bersatu. Jika semua terkoneksi dalam satu jejaring, maka pasti akan bermanfaat bagi masyarakat. Ilmu harus digunakan untuk melayani. Jejaring bukan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Andi Taletting, IKAPOL harus menjadi organisasi yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

“IKAPOL Unhas harus memberi solusi. Hadir memberi manfaat bagi bangsa dan negara,” katanya.

Menutup pidatonya, Andi Taletting mengajak seluruh alumni untuk menjadikan organisasi sebagai rumah bersama yang bergerak secara profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak.

“Organisasi ini milik semua orang. Mari tinggalkan sekat, bangun kolaborasi, bekerja secara profesional, dan menghadirkan dampak nyata,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Ketua Harian IKAPOL, Zulhajar, S.IP., M.A., menyampaikan apresiasi kepada para alumni yang bersedia mengabdikan diri sebagai pengurus organisasi.

Menurutnya, kesediaan para alumni untuk terlibat aktif menjadi modal penting bagi IKAPOL untuk berkembang sebagai organisasi yang kuat dan memberi manfaat bagi masyarakat.





Zulhajar juga menyampaikan terima kasih atas antusiasme alumni yang datang dari berbagai daerah untuk menghadiri pengukuhan dan rapat kerja tersebut. Kehadiran alumni dari berbagai pulau, mulai dari Sulawesi, Kalimantan hingga Papua, menurutnya menjadi bukti kuatnya ikatan emosional para lulusan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin.

“Ini membuktikan bahwa semangat kebersamaan alumni Politik Unhas masih sangat kuat. Banyak alumni datang dari luar Sulawesi, termasuk dari Kalimantan dan Papua, untuk menghadiri kegiatan ini. Kehadiran mereka menjadi energi besar bagi organisasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Zulhajar juga memperkenalkan sejumlah tokoh yang hadir, di antaranya Ketua KPU Kalimantan Selatan Andi Tenri Sompa dan anggota Bawaslu Makassar Rizal Syuaib.

Selain prosesi pengukuhan, kegiatan juga dirangkaikan dengan rapat kerja pengurus untuk menyusun program-program strategis organisasi yang akan dijalankan dalam masa kepengurusan mendatang.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, IKAPOL diharapkan menjadi wadah yang semakin kuat dalam mempererat jejaring alumni sekaligus memperluas kontribusi alumni Ilmu Politik Universitas Hasanuddin bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Mengusung tema “Satu Alumni Satu Jejaring, Satu Pengabdian untuk Bangsa”, IKAPOL menargetkan terbangunnya kolaborasi yang lebih erat di antara alumni lintas angkatan, profesi, dan wilayah, sehingga jejaring yang dimiliki para alumni dapat menjadi kekuatan bersama untuk memberikan solusi dan pengabdian bagi kepentingan publik.