Ekonomi
News

Ramadan Tenang, Mudik Lancar, PLN Sulselrabar Siapkan 69 SPKLU Selama 24 Jam

KENDARAAN LISTRIK - PLN UID Sulselrabar menyiapkan sebanyak 69 unit SPKLU untuk Layanan Kendaraan Listrik di Sulsel, Sulbar, dan Sultra. (dok pln uid sulselrabar)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Memasuki Ramadan dan menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik di wilayahnya.

Sebanyak 69 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) disiagakan di 53 lokasi yang tersebar di tiga provinsi tersebut.

General Manager PT PLN (Persero) UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan seluruh SPKLU beroperasi 24 jam penuh selama Ramadan hingga periode mudik dan balik Lebaran.

Langkah ini diambil untuk menjamin perjalanan pengguna kendaraan listrik berlangsung aman, nyaman, dan ramah lingkungan.

“Memasuki bulan Ramadan dan persiapan mudik Idulfitri 1447 H, kami memastikan seluruh SPKLU di wilayah Sulselrabar siaga 24 jam. Kami ingin masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik bisa bepergian dengan tenang,” ujar Edyansyah, Senin (2/3/2026).

Sebaran SPKLU tersebut mencakup sejumlah jalur strategis mudik, termasuk rute Makassar–Toraja, Toraja–Kendari, Makassar–Bira, hingga Makassar–Mamuju.


PLN Siapkan SPKLU untuk Layanan Kendaraan Listrik di Sulsel. (dok pln uid sulselrabar)


Di jalur Makassar–Toraja, misalnya, fasilitas pengisian tersedia di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Barru, UP3 Parepare, dan ULP Rantepao. Sementara pada rute Toraja–Kendari, SPKLU tersedia di ULP Palopo Kota, ULP Malili, ULP Kolaka Utara, ULP Kolaka, hingga ULP Wua-Wua.

Untuk jalur Makassar–Bira, pengendara dapat mengakses SPKLU di ULP Takalar, ULP Jeneponto, UP3 Bulukumba, hingga Paddupa Resort. Adapun rute Makassar–Mamuju dilayani melalui SPKLU di ULP Barru, UP3 Parepare, dan UP3 Mamuju.

Pengguna SPKLU Meningkat 300 Kali

Data PLN menunjukkan tren penggunaan SPKLU di wilayah Sulselrabar meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Pada 2021 tercatat 54 kali transaksi pengisian daya.

Angka itu melonjak menjadi 277 transaksi pada 2022, 1.904 transaksi pada 2023, dan 4.655 transaksi pada 2024. Sepanjang 2025, jumlah transaksi mencapai 17.580 kali, atau meningkat lebih dari 300 kali lipat dibanding 2021.

Edyansyah menilai lonjakan tersebut mencerminkan pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di kawasan Indonesia timur, sekaligus menjadi dasar penguatan layanan menjelang periode dengan mobilitas tinggi seperti Ramadan dan Idulfitri.

Selain memastikan ketersediaan unit, PLN juga meningkatkan kualitas layanan. SPKLU yang tersedia mendukung pengisian daya tipe AC charging maupun fast charging, dengan estimasi waktu pengisian berkisar 15 hingga 30 menit, tergantung kapasitas baterai dan jenis kendaraan.

PLN mengimbau pengguna kendaraan listrik untuk merencanakan perjalanan dengan memanfaatkan fitur pencarian SPKLU pada aplikasi PLN Mobile.

Melalui aplikasi itu, pelanggan dapat mengetahui lokasi, status ketersediaan, hingga melakukan transaksi secara digital.

Dengan pengoperasian penuh 69 SPKLU di 53 lokasi, PLN UID Sulselrabar menargetkan perjalanan mudik berbasis kendaraan listrik di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat berlangsung lancar tanpa kendala pasokan energi.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan rendah emisi, kesiapan infrastruktur menjadi kunci utama menjaga kepercayaan publik selama musim mudik tahun ini. (*)