BANTAENG, UNHAS.TV – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116 Unhas melaksanakan program kerja bertajuk Pemetaan Lokasi Rawan Longsor di Desa Bonto Salluang Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai Upaya Mitigasi Bencana Akibat Perubahan Iklim di Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng.
Program ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung upaya mitigasi serta pengurangan risiko bencana di tingkat desa.
Kegiatan yang dilakukan Kamis (5/8/2026) tersebut juga menjadi respons terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor, yang dapat meningkat akibat perubahan iklim dan intensitas curah hujan yang tinggi.
Desa Bonto Salluang memiliki kondisi wilayah yang berbukit dengan sejumlah area yang memiliki kemiringan lereng cukup curam.
Kondisi tersebut menyebabkan beberapa wilayah memiliki potensi kerawanan terhadap tanah longsor, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif melalui identifikasi dan pemetaan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan longsor.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menyajikan informasi spasial mengenai potensi kerawanan longsor di Desa Bonto Salluang.
Teknologi tersebut memungkinkan berbagai data mengenai kondisi wilayah diintegrasikan sehingga dapat menghasilkan informasi yang lebih mudah dipahami.
Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Bonto Salluang untuk memperoleh informasi mengenai kondisi wilayah, termasuk lokasi yang pernah mengalami kejadian longsor maupun titik-titik yang dinilai berpotensi mengalami bencana serupa.
Informasi tersebut kemudian menjadi salah satu bahan dalam proses identifikasi wilayah rawan longsor. Selanjutnya, mahasiswa melakukan survei lapangan untuk mengamati secara langsung kondisi fisik wilayah.
Observasi dilakukan terhadap sejumlah faktor yang dapat memengaruhi potensi longsor, seperti kemiringan lereng, penggunaan lahan, kondisi vegetasi, sistem drainase, serta kondisi lingkungan di sekitar lokasi yang memiliki indikasi kerawanan.
.webp)
PEMETAAN LOKASI - Mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116 Unhas melaksanakan program kerja bertajuk Pemetaan Lokasi Rawan Longsor di Desa Bonto Salluang Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Kamis (5/8/2026). Kegiatan ini sebagai Upaya Mitigasi Bencana Akibat Perubahan Iklim. (Dok KKN-T Unhas)
Selain melakukan survei lapangan, mahasiswa KKN-T juga memanfaatkan data spasial dan berbagai data pendukung lainnya yang kemudian diolah menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis. Data tersebut dianalisis dengan mengintegrasikan sejumlah parameter yang berpengaruh terhadap potensi terjadinya longsor.
Hasil analisis kemudian diklasifikasikan ke dalam beberapa tingkat kerawanan, yaitu rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Informasi tersebut selanjutnya divisualisasikan dalam bentuk peta tematik yang menggambarkan persebaran wilayah berdasarkan tingkat kerawanan longsor di Desa Bonto Salluang.
Peta kerawanan longsor yang dihasilkan kemudian diserahkan kepada Pemerintah Desa Bonto Salluang sebagai salah satu dokumen pendukung dalam upaya mitigasi bencana.
Peta tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah desa dalam menyusun rencana pembangunan, menentukan lokasi pembangunan infrastruktur, hingga mempersiapkan jalur evakuasi pada wilayah yang berpotensi terdampak longsor.
Selain menghasilkan peta, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 juga memberikan penjelasan kepada aparat desa mengenai cara membaca dan memanfaatkan informasi yang terdapat dalam peta.
Dengan demikian, hasil pemetaan tidak hanya menjadi dokumen, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi dalam meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.
Kepala Desa Bonto Salluang, Marsuki SSos., mengapresiasi pelaksanaan program kerja tersebut. Menurutnya, pemetaan lokasi rawan longsor menjadi langkah penting bagi pemerintah desa mengingat kondisi wilayah Bonto Salluang yang berbukit dan memiliki potensi longsor ketika terjadi curah hujan tinggi.
"Pertama, saya ucapkan terima kasih banyak kepada adik-adik KKN yang telah melaksanakan program kerja pemetaan lokasi rawan longsor. Desa Bonto Salluang ini merupakan daerah yang berbukit dan tentunya rawan terjadinya longsor akibat curah hujan yang tinggi," ujarnya.
"Adik-adik KKN telah melaksanakan sosialisasi dan pemetaan sebagai salah satu bentuk pencegahan lebih dini. Dengan adanya titik-titik yang rawan terjadinya longsor, kita bisa melakukan pencegahan, meningkatkan kewaspadaan, dan tentunya melakukan penanganan lebih awal," jelasnya.
Ia menambahkan, hasil pemetaan tersebut dapat menjadi salah satu sumber data bagi pemerintah desa dalam menentukan langkah penanganan serta menyusun program yang berkaitan dengan mitigasi bencana tanah longsor.
"Data ini juga akan menjadi sumber bagi pemerintah desa dalam rangka melaksanakan langkah-langkah yang bisa menjadi acuan dalam penyusunan program Desa Bonto Salluang terkait dengan penanganan longsor. Terima kasih kepada adik-adik KKN. Semoga program ini bisa kami tindak lanjuti setelah adik-adik selesai melaksanakan KKN di Desa Bonto Salluang," lanjutnya.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap hasil pemetaan lokasi rawan longsor dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat bagi Pemerintah Desa Bonto Salluang dan masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
Selain itu, pemanfaatan Sistem Informasi Geografis diharapkan dapat mendukung perencanaan pembangunan desa yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Program ini juga menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana hidrometeorologi.
Program pemetaan lokasi rawan longsor ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116 Unhas di Desa Bonto Salluang yang berfokus pada upaya meningkatkan ketahanan masyarakat dan lingkungan dalam menghadapi dampak perubahan iklim melalui berbagai program berbasis kebutuhan masyarakat.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
PEMETAAN LOKASI - Mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116 Unhas melaksanakan program kerja bertajuk Pemetaan Lokasi Rawan Longsor di Desa Bonto Salluang Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Kamis (5/8/2026). Kegiatan ini sebagai Upaya Mitigasi Bencana Akibat Perubahan Iklim. (Dok KKN-T Unhas)
-300x171.webp)


-300x189.webp)



-300x169.webp)
