LONDON, UNHAS.TV - Saluran televisi Sky Sports menyampaikan permintaan maaf setelah menayangkan selebrasi gol Matheus Cunha yang dinilai mengandung bahasa tidak pantas usai membawa Manchester United menang dramatis atas Arsenal di Emirates Stadium.
Selebrasi tersebut kini berpotensi menyeret penyerang asal Brasil itu ke meja disiplin Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).
Cunha mencetak gol kemenangan United pada menit ke-87, hanya beberapa saat setelah Arsenal menyamakan kedudukan.
Usai membobol gawang David Raya, pemain berusia 26 tahun itu menghampiri kamera di pinggir lapangan dan tampak berteriak, “It’s the f*****g biggest!” Kalimat tersebut terdengar jelas dalam siaran langsung Sky Sports sebelum akhirnya menuai kritik.
Dalam regulasi FA, penggunaan bahasa yang “ofensif, menghina, atau kasar” dapat berujung sanksi, termasuk kartu merah atau hukuman larangan bermain.
FA disebut tengah mempertimbangkan apakah selebrasi Cunha melanggar aturan tersebut. Hingga kini, badan sepak bola Inggris itu belum memberikan pernyataan resmi.
Kasus ini mengingatkan publik pada insiden yang menimpa Wayne Rooney pada 2011. Rooney didakwa FA atas penggunaan bahasa yang bersifat ofensif dan menghina.
Legenda Manchester United itu dijatuhi larangan bermain dua pertandingan setelah berteriak ke arah kamera, “What? F*****g what?” usai mencetak gol penentu kemenangan 3-2 atas West Ham United.
Akibat sanksi tersebut, Rooney absen dalam kemenangan liga melawan Fulham serta kekalahan United dari Manchester City di semifinal Piala FA.
Ketegangan kala itu bahkan berlanjut hingga level tertinggi, ketika Sir Alex Ferguson menolak berjabat tangan dengan Ketua FA Andy Bernstein seusai final Liga Champions di Wembley pada akhir musim yang sama.
Cunha sendiri baru masuk sebagai pemain pengganti dalam laga melawan Arsenal, delapan hari setelah mencatat assist penting untuk gol penentu Patrick Dorgu dalam derby Manchester.
Meski tidak menjadi starter dalam dua pertandingan beruntun, kontribusi pemain dengan nama lengkap Matheus Santos Carneiro da Cunha itu terbukti krusial.
Pelatih kepala Manchester United, Michael Carrick, tidak ditanya secara langsung mengenai selebrasi kontroversial Cunha.
Namun ia memberikan pujian atas profesionalisme dan sikap pemainnya tersebut. Carrick menilai Cunha mampu merespons kekecewaan karena tidak dimainkan sejak awal dengan cara yang positif.
“Matheus tidak memulai dua pertandingan terakhir dan tentu dia kecewa. Tapi dia menggunakan itu dengan cara yang sangat baik,” kata Carrick. “Dua momen besar, dan dia pantas mendapatkan gol kemenangan itu atas apa yang dia tunjukkan sepanjang pekan ini.”
Kemenangan atas Arsenal memperpanjang catatan tak terkalahkan Carrick dalam dua periode kepelatihannya bersama United.
Ia juga kembali menaklukkan tim asuhan Mikel Arteta dengan skor 3-2, mengulang hasil serupa empat tahun lalu. Tambahan tiga poin itu mengangkat United ke peringkat keempat klasemen sementara Liga Inggris.
Di akhir pertandingan, suporter United terdengar menyanyikan chant “We’re gonna win the league”, mencerminkan optimisme yang tumbuh di tengah kebangkitan tim.
Meski demikian, Carrick menolak larut dalam euforia dan enggan membahas kemungkinan dirinya dipermanenkan sebagai pelatih kepala.
“Saya menikmati posisi ini, tapi saya tidak akan menjawab soal masa depan setiap pekan,” ujarnya. “Kami tidak boleh cepat puas. Masih ada pertandingan penting dan kami harus tetap rendah hati.”
Jika FA menjatuhkan hukuman serupa dengan yang diterima Rooney, Cunha terancam absen dalam dua laga kandang berikutnya melawan Fulham dan Tottenham Hotspur.
Situasi ini menjadi ujian tersendiri bagi United, yang tengah mencoba menjaga momentum di tengah persaingan ketat papan atas Liga Inggris. (*)
Gelandang serang Manchester United Matheus Cunha terancam sanksi, akibat perkataannya yang mengundang kontroversi dalam perayaan gol lawan Arsenal, Senin (26/1/2026) dini hari. (foto: the sun)








