MAROS, UNHAS.TV - Aula Kantor Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Maros, pada Kamis (16/1/2026), menjadi saksi ikhtiar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam mengubah limbah jerami jagung menjadi silase pakan ternak bernilai guna dan ramah lingkungan.
Kegiatan pelatihan pembuatan silase ini diinisiasi oleh Muh. Fajri, mahasiswa Program Studi Peternakan angkatan 2022, sebagai respons atas masih rendahnya pemanfaatan limbah batang dan daun jagung oleh peternak setempat.
Selama ini, jerami jagung di Desa Bonto Matinggi lebih sering dibakar atau dibiarkan menumpuk, sebuah praktik yang tidak hanya menghilangkan potensi ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap pencemaran udara dan peningkatan emisi karbon di pedesaan.
Dalam suasana pelatihan yang interaktif, peserta dibekali pemahaman tentang konsep silase, manfaatnya sebagai pakan ternak fermentasi, serta tahapan teknis mulai dari pencacahan bahan, penambahan zat pendukung, hingga teknik penyimpanan yang menjaga kualitas nutrisi.
Muh. Fajri menjelaskan bahwa Bonto Matinggi merupakan salah satu sentra produksi jagung di Maros, namun pemanfaatan hasil pertanian masih terfokus pada buahnya, sementara limbah batang dan daun belum dikelola secara optimal.
Menurutnya, pengolahan jerami jagung menjadi silase dapat menjadi solusi strategis dalam menjamin ketersediaan pakan ternak, khususnya menghadapi musim kemarau yang semakin panjang akibat perubahan iklim.
Melalui pelatihan ini, masyarakat Desa Bonto Matinggi diharapkan mampu mengelola limbah pertanian secara mandiri menjadi pakan ternak berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi peternak dan menjaga kelestarian lingkungan desa.(*)
Mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin Gelombang 115 bersama aparat desa dan warga Desa Bonto Matinggi menunjukkan hasil pelatihan pengolahan jerami jagung menjadi silase pakan ternak, sebagai inovasi desa berbasis limbah pertanian untuk mendukung ketahanan pakan dan lingkungan berkelanjutan.
-300x169.webp)







