Mahasiswa
Makassar

KKN Zero Waste Unhas Sulap Laikang Jadi Laboratorium Ekonomi Sirkular, Warga Antusias Sambut Inovasi Pengelolaan Sampah

Mahasiswa KKN Tematik Zero Waste Unhas Gelombang 116 berkolaborasi bersama warga Laikang membangun budaya pengelolaan sampah berkelanjutan melalui inovasi dan edukasi. (Foto: Dok.Pribadi). Mahasiswa KKN Tematik Zero Waste Unhas Gelombang 116 berkolaborasi bersama warga Laikang membangun budaya pengelolaan sampah berkelanjutan melalui inovasi dan edukasi. (Foto: Dok.Pribadi).

MAKASSAR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Zero Waste Gelombang 116 Universitas Hasanuddin memulai rangkaian pengabdian masyarakat dengan menggelar Seminar Program Kerja di Kantor Kelurahan Laikang, Kota Makassar, Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun sinergi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis prinsip zero waste dan ekonomi sirkular.

Seminar tersebut dirancang tidak hanya sebagai ajang memperkenalkan program kerja, tetapi juga sebagai ruang dialog terbuka untuk menyerap aspirasi warga. Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu memastikan setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberi dampak yang berkelanjutan.

Sekitar 30 peserta menghadiri kegiatan tersebut yang terdiri atas LPM Kelurahan Laikang, Sekretaris Lurah, Ketua RW dan RT, Ketua Pokja PKK, kepala sekolah, kader PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan masyarakat. Kehadiran berbagai unsur itu memperlihatkan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif.

Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan zero waste semakin berkembang di berbagai kota dunia sebagai strategi mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Konsep ini menekankan pengurangan sampah sejak dari sumbernya melalui pemanfaatan kembali, daur ulang, dan pengolahan limbah organik menjadi sumber daya baru yang bernilai ekonomi.

Kompos Organik Jadi Motor Perubahan Lingkungan

Tim KKN memaparkan program unggulan bertajuk Pemanfaatan Kompos Organik untuk Kebun Herbal Berbasis Zero Waste. Program tersebut mengajak masyarakat mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman herbal di halaman Kantor Kelurahan Laikang.

Model pengelolaan tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan kebun herbal yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain memperbaiki kualitas lingkungan, program ini juga membuka peluang pengembangan edukasi dan pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan.

Suasana seminar berlangsung interaktif ketika peserta menyampaikan berbagai gagasan penyempurnaan program. Ketua RW 013 mengusulkan agar pengembangan komposter rumah tangga menjadi prioritas karena dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan warga sehari-hari.

Pihak sekolah juga menyatakan kesiapan menjadi lokasi pelaksanaan edukasi pengelolaan sampah bagi peserta didik. Program tersebut akan dipadukan dengan praktik langsung serta pengenalan konsep ekonomi sirkular agar kesadaran lingkungan tumbuh sejak usia dini.

Digitalisasi Bank Sampah hingga Eco Save Challenge

Selain program utama, mahasiswa memperkenalkan beragam inovasi individu yang dirancang untuk memperkuat budaya pengelolaan sampah berbasis teknologi dan partisipasi masyarakat. Program tersebut meliputi komposter rumah tangga, pembuatan eco-enzyme, media edukasi pilah sampah, dashboard Bank Sampah Unit berbasis Google Looker Studio, digitalisasi administrasi bank sampah, Eco Save Challenge, drop point sampah, alat pres botol plastik, papan informasi waktu penguraian sampah, serta lokakarya daur ulang kreatif.

Pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan bank sampah menjadi salah satu inovasi yang menarik perhatian peserta seminar. Digitalisasi administrasi diyakini dapat meningkatkan transparansi, efisiensi pencatatan, serta memudahkan pemantauan aktivitas bank sampah secara berkelanjutan.

Berbagai inovasi tersebut sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah sejak dari rumah tangga. Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi melalui pemanfaatan kembali material yang masih bernilai.

Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan

Mahasiswa berharap seluruh program dapat dijalankan secara kolaboratif bersama pemerintah kelurahan, lembaga masyarakat, sekolah, dan warga. Kemitraan yang kuat diyakini menjadi faktor utama dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Seluruh masukan yang diperoleh selama seminar akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan setiap program kerja selama masa pengabdian. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, KKN Tematik Zero Waste Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menargetkan Kelurahan Laikang menjadi contoh kawasan yang lebih bersih, produktif, adaptif, dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. (*)