Ekonomi
Nasional

KKSS Kuasai 30 Persen Warga Kaltim, Gubernur Rudy Mas'ud Ajak Sinergi di PSBM 2026

PSBM 2026 - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud saat tampil sebagai salah satu pembicara di Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) 2026 di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026). (Unhas TV/Venny Septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mengungkap besarnya peran warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di daerahnya. Ia menyebut sekitar 30 persen penduduk Kalimantan Timur merupakan warga KKSS.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen diaspora Bugis Makassar memperkuat sinergi melalui momentum Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke-26.

Pernyataan itu disampaikan Rudy Mas’ud saat menghadiri PSBM ke-26 yang digelar di Phinisi Ballroom Lantai 2 Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026).

Forum tahunan itu dihadiri sejumlah menteri, wakil menteri, gubernur, anggota DPR RI, serta ribuan saudagar Bugis Makassar dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

PSBM kali ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen para perantau Bugis Makassar. Forum itu juga kembali menegaskan posisi diaspora Sulawesi Selatan sebagai kekuatan sosial dan ekonomi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Di tengah suasana yang sarat jejaring dan konsolidasi, isu kolaborasi antardaerah mengemuka sebagai salah satu titik tekan.

Rudy mengatakan, keberadaan warga KKSS di Kalimantan Timur bukan sekadar angka statistik. Menurut dia, komunitas tersebut telah menjadi bagian penting dari denyut pembangunan daerah.

Dengan jumlah yang besar, peluang membangun kerja sama antara pemerintah daerah, warga perantauan, dan jaringan saudagar dinilai terbuka lebar. “Kurang lebih sekitar 30 persen penduduk Kalimantan Timur adalah warga KKSS,” kata Rudy.

Ia berharap silaturahmi di antara warga Sulawesi Selatan di perantauan tetap terjaga dan berkembang menjadi kerja sama yang konkret.

Ajakan itu sejalan dengan semangat PSBM yang sejak awal dirancang bukan hanya sebagai forum kekerabatan, melainkan juga ruang strategis untuk memperkuat jaringan ekonomi diaspora Bugis Makassar.

Dalam konteks itu, hubungan antarsesama warga perantauan dinilai dapat menjadi modal sosial yang besar, terutama untuk membuka peluang investasi, perdagangan, dan pengembangan sektor-sektor produktif lainnya.

Rudy juga menekankan pentingnya menjaga soliditas warga Bugis Makassar di luar daerah asal. Menurut dia, kekuatan diaspora akan lebih terasa bila dibangun di atas kolaborasi yang rapi antara komunitas, dunia usaha, dan pemerintah.

Di tengah perhatian besar terhadap pembangunan kawasan Indonesia Timur, sinergi antara pemerintah daerah dan jaringan saudagar Bugis Makassar dipandang semakin relevan.

Forum PSBM pun diharapkan terus menjadi pintu masuk bagi lahirnya peluang baru dan kerja sama lintas daerah yang lebih kuat.

(Venny Septiani Semuel / Achmad Ghiffary M / Unhas TV)