Sport

Koeman Salah Strategi, Belanda Tersingkir Melalui Adu Penalti

BELANDA - Pelatih Belanda, Ronald Koeman, terlihat kecewa setelah timnya disingkirkan oleh Marokko. Sumber: tangkapan layar.

UNHAS.TV - Tim Belanda secara mengejutkan tersingkir di babak 32 besar setelah kalah melawan Marocco melalui adu penalti. Belanda kalah 2-3 atas tim Singa Atlas itu setelah pada babak normal, kedua tim sama-sama mencetak satu gol.

Nasib Belanda mengikuti jejak Jerman yang lebih dulu tersingkir oleh Paraguay. Jermman juga kalah melalui adu penalti dengan kedudukan akhir (1)3 - (1)4.

Belanda lenih dulu unggul melalui gol Cody Gakpo (menit 72) namun Issa Diop berhasil menyamakan kedudukan pada menit 90+1. Gol penyama kedudukan ini membuat pemain Belanda seperti kehilangan semangat. 

Satu hal yang paling menarik dari laga ini yakni penampilan gemilang dari kiper Marokko, Yassine Bounou. Yassine beberapa kali melakukan penyelamatan termasuk mengagalkan tiga tendangan penalti Belanda. Akhir manis Marokko kemudian ditorehkan oleh Ismael Saibari melalui gol penentu.

Marokko selanjutnya akan bertemu dengan Kanada yang lebih dulu memastikan diri maju ke babak 16 besar setelah menang tipis atas tim Afrika Selatan. 

Kekalahan Belanda ini berbuntut kritikan yang ditujukan ke pelatih Belanda, Ronald Koeman. Koeman dipandang salah strategi dengan mengubah pola permainan menjadi lebih bertahan. 

Hal itu dimulai dengan menurunkan lima pemain belakang. Ini yang membuat Marokko, terutama pada babak kedua, lebih terlihat garang di pertahanan Belanda. Satu umpan silang pada menit 90+1 dari Chemsine Talbi berhasil disambut dengan sundulan Diop sehinga kedudukan menjadi 1-1.(*)